kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Makin Panas, Inggris Pasok Senjata Anti-Tank & Kanada Kirim Pasukan Khusus ke Ukraina


Selasa, 18 Januari 2022 / 13:00 WIB
ILUSTRASI. Tentara Ukraina menghadiri latihan upacara resmi penyerahan tank, pengangkut personel lapis baja, dan kendaraan militer kepada Angkatan Bersenjata Ukraina, saat negara itu merayakan Hari Tentara, di Kyiv, Ukraina, 6 Desember 2021. REUTERS/Gleb Garanich.


Sumber: Al Jazeera | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Inggris mulai memasok Ukraina dengan senjata anti-tank dan Kanada mengerahkan kontingen kecil pasukan khusus ke Kyiv di tengah kekhawatiran kemungkinan invasi oleh Rusia.

Perkembangan itu terjadi ketika Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dengan marah menolak klaim AS pekan lalu, bahwa Moskow sedang mempersiapkan dalih untuk menyerang Ukraina jika diplomasi gagal memenuhi tujuannya.

Sementara Moskow, yang telah mengerahkan 100.000 tentara di dekat perbatasannya dengan Ukraina, menyangkal rencana serangan terhadap Ukraina.

Rusia mengatakan, bisa mengambil tindakan militer yang tidak ditentukan kecuali Barat menyetujui daftar tuntutan, termasuk melarang Ukraina bergabung dengan NATO.

Rusia memandang ekspansi NATO ke arah Timur sebagai ancaman eksistensial.

Baca Juga: Polandia: Perang Eropa yang Lebih Besar dalam 30 Tahun Terakhir Bisa Pecah

Tapi, Washington dan sekutunya dengan tegas menolak tuntutan Moskow dan negosiasi Rusia-AS di Jenewa dan pertemuan NATO-Rusia terkait di Brussels berakhir pekan lalu tanpa terobosan.

Sejak itu, Ukraina telah meminta senjata kepada negara-negara Barat untuk membantunya melindungi negaranya.

Berbicara di parlemen Inggris pada Senin (17/1), Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan, Inggris telah "mengambil keputusan untuk memasok Ukraina dengan sistem senjata pertahanan anti-tank ringan".

Persenjataan pertama Inggris kirim pada Senin dan sejumlah kecil personel Inggris akan memberikan pelatihan untuk waktu yang singkat, menurut dia, tanpa memerinci jumlah dan jenis senjata yang dikirim.

Namun, seperti dikutip Al Jazeera, Wallace menambahkan, “Itu bukan senjata strategis dan tidak menimbulkan ancaman bagi Rusia. Itu harus digunakan untuk membela diri".

Baca Juga: Peringatan Inggris: Jika Serang Ukraina, Barat Jatuhkan Sanksi Keuangan ke Rusia




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×