Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - TEXAS. Hampir satu dekade bukan waktu yang sebentar untuk menunggu sebuah mobil sport melaju dari ruang pamer ke aspal jalan raya. Namun, itulah yang terjadi pada Tesla Roadster generasi terbaru. Mobil yang pertama kali diperkenalkan Tesla pada 2017 tersebut sempat dijanjikan mulai dikirim kepada konsumen pada 2020. Tetapi hingga kini Roadster belum juga benar-benar hadir.
Setelah melewati rangkaian penundaan, perubahan konsep dan ambisi teknologi yang semakin besar, Roadster akhirnya kembali menemukan tanggal untuk membuka babak barunya. CEO Tesla Elon Musk mengatakan, mobil sport listrik tersebut akan diluncurkan pada 1 Oktober mendatang, membawa kembali salah satu proyek paling lama ditunggu dalam sejarah Tesla.
Kini, Roadster justru dikabarkan hadir dengan ambisi yang lebih besar. The Information melaporkan, pada Agustus, Tesla menyiapkan desain ulang yang dapat diperkenalkan paling cepat bulan ini.
Mobil tersebut bahkan disebut telah berkembang dari kendaraan listrik berperforma tinggi menjadi hypercar berbahan serat karbon. Tesla juga disebut meninggalkan pendekatan sebelumnya yang mengandalkan sejumlah komponen dari Model S Plaid.
Baca Juga: Drone Rusia Serang 800 Meter dari Perbatasan Polandia, Ukraina Peringatkan NATO
Yang membuat Roadster semakin menarik adalah kemungkinan hadirnya teknologi dari perusahaan lain yang juga berada di bawah kendali Musk. Menurut laporan The Information yang dikutip Reuters (13/9), Tesla berpotensi mendemonstrasikan Roadster edisi terbatas yang dilengkapi cold-gas thrusters, hasil pengembangan bersama SpaceX.
Demonstrasi teknologi tersebut diperkirakan berlangsung di fasilitas pengujian SpaceX di McGregor, Texas. Jika terealisasi, pertunjukan itu menjadi cara Tesla menunjukkan bahwa Roadster bukan sekadar mobil listrik dengan akselerasi tinggi, tetapi juga proyek teknologi yang dirancang untuk mencuri perhatian.
Peluncuran Roadster juga datang ketika Tesla tengah berupaya memperluas pijakannya di luar bisnis mobil listrik konvensional. Pekan lalu, perusahaan ini mulai menawarkan layanan penumpang menggunakan Cybercab di wilayah terbatas Austin, Texas.
Cybercab merupakan kendaraan dua kursi yang dirancang tanpa setir dan pedal. Musk menempatkan kendaraan tersebut sebagai bagian penting dari ambisinya mengubah Tesla menjadi pemain dominan di industri kendaraan tanpa pengemudi.
Dengan demikian, Roadster akan hadir di tengah perubahan arah bisnis Tesla. Di satu sisi, mobil sport tersebut membawa kembali salah satu nama yang menjadi bagian penting dari sejarah Tesla. Di sisi lain, peluncurannya menjadi panggung untuk menunjukkan seberapa jauh perusahaan ingin mendorong teknologi kendaraan listrik dan mobilitas otonom.
Setelah hampir satu dekade menunggu, pertanyaan terbesar kini bukan lagi kapan Roadster akan diperkenalkan. Pasar justru menanti apakah Tesla akhirnya mampu mengubah janji panjang tersebut menjadi produk nyata yang sepadan dengan ekspektasi, setelah mengalami penundaan berulang sejak pertama kali diperkenalkan.
Baca Juga: Investasi Jerman Bergeser, China Jadi Pilihan














