CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Makin Suram, IMF Pangkas Pertumbuhan Ekonomi AS Tahun 2022 Hingga 2024


Minggu, 26 Juni 2022 / 12:00 WIB
Makin Suram, IMF Pangkas Pertumbuhan Ekonomi AS Tahun 2022 Hingga 2024
ILUSTRASI. Bunga The Fed naik, Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS).


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS). Ini sebagai dampak dari kenaikan suku bunga  Federal Reserve yang agresif akan memberikan 'jalan menyempit' untuk menghindari resesi.

IMF memprediksi Produk Domestik Bruto (PDB) AS hanya tumbuh 2,9% pada 2022. Prediksi itu turun dari perkiraan pada April lalu sebesar 3,7%. Pada 2023, IMF memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi AS menjadi 1,7% dari sebelumnya 2,3%. IMF juga meramalkan pertumbuhan ekonomi AS cuma akan sebesar 0,8% pada tahun 2024.

Pada Oktober 2021 silam, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS akan mencapai 5,2% di 2022. Namun, kehadiran varian baru Covid-19 dan gangguan rantai pasokan telah memperlambat pemulihan ekonomi. Belum lagi lonjakan tajam harga bahan bakar dan makanan yang didorong Perang di Ukraina semakin memicu inflasi AS ke level tertinggi dalam 40 tahun.

"Kami sadar bahwa ada jalan sempit untuk menghindari resesi di AS. Ekonomi terus pulih dari pandemi dan guncangan penting menghantam ekonomi dari invasi Rusia ke Ukraina dan dari penguncian di China. Kejutan negatif lebih lanjut pasti akan membuat situasi lebih sulit,” kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Kapan Resesi AS akan Terjadi, Ini Proyeksi Elon Musk

Deputi Direktur Belahan Barat IMF Nigel Chalk menyebut, resesi ekonomi AS kemungkinan akan berlangsung pada jangka waktu pendek dan dangkal dengan sedikit peningkatan pengangguran. Ini mirip dengan resesi AS pada tahun 2001.

Georgieva mengatakan, stabilitas harga penting untuk melindungi pendapatan AS dan mempertahankan pertumbuhan. Ia juga mengatakan, tanggung jawab untuk memulihkan inflasi yang rendah dan stabil berada di tangan The Fed.

Ia melihat bank sentral AS akan segera menaikkan suku bunga acuan ke level 3,5% hingga 4% sebagai kebijakan yang tepat untuk menurunkan inflasi. Tingkat kebijakan Fed saat ini berkisar antara 1,50% hingga 1,75%.

"Kami pikir pemerintah harus terus membuat kasus untuk perubahan pajak, pengeluaran, dan kebijakan imigrasi yang akan membantu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pasokan dan mendukung orang miskin," katanya.  

Georgieva menambahkan, IMF melihat manfaat yang jelas untuk menurunkan tarif impor AS yang dikenakan selama lima tahun terakhir, yang mencakup bea hukuman atas impor China dan tarif global untuk baja, aluminium, mesin cuci, dan panel surya.

Tak hanya IMF, pada bulan lalu  JP Morgan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS untuk paruh kedua 2022 dan tahun 2023. JP Morgan memangkas proyeksi ekonomi AS paruh kedua 2022 menjadi 2,4% dari semula 3,0%.

Tak sampai disitu, JP Morgan juga merevisi target paruh pertama 2023 ekonomi AS menjadi 1,5% dari 2,1%. Kemudian untuk paruh kedua 2023 dipangkas  menjadi 1,0% dari 1,4%.

Baca Juga: Yellen akan Kunjungi Korea Selatan dan Bahas Sanksi Terhadap Korea Utara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×