kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Makin tegang, China kirim 20 jet tempur dan pembom ke zona pertahanan Taiwan


Jumat, 26 Maret 2021 / 23:05 WIB
ILUSTRASI. Pembom H-6 Angkatan Udara China terbang dekat jet tempur F-16 Taiwan pada foto selebaran bertanggal 10 Februari 2020 dari Kementerian Pertahanan Taiwan.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Dua puluh pesawat militer China memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taiwan pada Jumat (26/3), "serangan" terbesar yang pernah Kementerian Pertahanan Taiwan laporkan..

Kehadiran 20 pesawat militer China itu sekaligus menandai peningkatan ketegangan yang dramatis di Selat Taiwan.

Mengutip Reuters, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, Angkatan Udara kangsung mengerahkan rudal untuk "memantau" pergerakan pesawat militer China ke bagian barat daya zona identifikasi pertahanan udara pulau itu. 

Selain itu, jet tempur Taiwan juga memperingatkan pesawat militer China, termasuk melalui radio.

Baca Juga: Hadapi tekanan China, Taiwan mulai produksi massal rudal jarak jauh

Kementerian Pertahanan Taiwan mengungkapkan, rombongan pesawat militer China antara lain terdiri dari empat pembom H-6K berkemampuan nuklir dan 10 jet tempur J-16. 

Ini menandai "serangan" terbesar hingga saat ini oleh Angkatan Udara China sejak Kementerian Pertahanan Taiwan mulai mengungkapkan hampir setiap hari penerbangan militer negeri tembok raksasa sejak tahun lalu.

Terutama, di atas perairan antara bagian Selatan Taiwan dan Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan di Laut China Selatan tahun lalu.

Melewati Selat Bashi 

Beberapa pesawat militer China terbang di wilayah udara di Selatan Taiwan dan melewati Selat Bashi yang memisahkan Taiwan dari Filipina, Kementerian Pertahanan Taiwan mengungkapkan dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Militer AS: Agresi militer China ke Taiwan bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×