kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Makin tegang, China kirim 20 jet tempur dan pembom ke zona pertahanan Taiwan


Jumat, 26 Maret 2021 / 23:05 WIB
Makin tegang, China kirim 20 jet tempur dan pembom ke zona pertahanan Taiwan
ILUSTRASI. Pembom H-6 Angkatan Udara China terbang dekat jet tempur F-16 Taiwan pada foto selebaran bertanggal 10 Februari 2020 dari Kementerian Pertahanan Taiwan.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Dua puluh pesawat militer China memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taiwan pada Jumat (26/3), "serangan" terbesar yang pernah Kementerian Pertahanan Taiwan laporkan..

Kehadiran 20 pesawat militer China itu sekaligus menandai peningkatan ketegangan yang dramatis di Selat Taiwan.

Mengutip Reuters, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, Angkatan Udara kangsung mengerahkan rudal untuk "memantau" pergerakan pesawat militer China ke bagian barat daya zona identifikasi pertahanan udara pulau itu. 

Selain itu, jet tempur Taiwan juga memperingatkan pesawat militer China, termasuk melalui radio.

Baca Juga: Hadapi tekanan China, Taiwan mulai produksi massal rudal jarak jauh

Kementerian Pertahanan Taiwan mengungkapkan, rombongan pesawat militer China antara lain terdiri dari empat pembom H-6K berkemampuan nuklir dan 10 jet tempur J-16. 

Ini menandai "serangan" terbesar hingga saat ini oleh Angkatan Udara China sejak Kementerian Pertahanan Taiwan mulai mengungkapkan hampir setiap hari penerbangan militer negeri tembok raksasa sejak tahun lalu.

Terutama, di atas perairan antara bagian Selatan Taiwan dan Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan di Laut China Selatan tahun lalu.

Melewati Selat Bashi 

Beberapa pesawat militer China terbang di wilayah udara di Selatan Taiwan dan melewati Selat Bashi yang memisahkan Taiwan dari Filipina, Kementerian Pertahanan Taiwan mengungkapkan dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Militer AS: Agresi militer China ke Taiwan bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×