CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.016,00   11,88   1.18%
  • EMAS971.000 -0,31%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Manager Aset Terbesar Dunia, BlackRock Bukukan Dana Kelolaan US$ 10 Triliun


Minggu, 16 Januari 2022 / 17:32 WIB
Manager Aset Terbesar Dunia, BlackRock Bukukan Dana Kelolaan US$ 10 Triliun
ILUSTRASI. BlackRock . REUTERS/Brendan McDermid/File Photo


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Bisnis asset management cukup bergairah sepanjang 2021 seiring dengan menguatnya pasar keuangan global. Manager aset terbesar di dunia, BlackRock Inc mencatatkan kinerja mengalahkan proyeksi analis pada kuartal IV tahun 2021. 

Pada periode tersebut, BanckRock mencatatkan dana kelolaan sebesar US$ 10,01 triliun. Itu meningkat dari US$ 8,68 pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Penutupan yang kuat untuk tahun ini oleh pasar keuangan global membantu meningkatkan kinerja manajer aset secara umum. BackRock sendiri mendapat manfaat karena skalanya yang besar dan jangkauannya yang luas.

Arus masuk bersih untuk kuartal IV  mencapai US$ 212 miliar, di mana arus bersih jangka panjang menyumbang US $169 miliar, naik dari US$ 116 miliar pada kuartal IV 2020.

Chief Executive Officer BlackRock Larry Fink mengatakan bisnis perusahaan lebih terdiversifikasi daripada sebelumnya. "Strategi aktif, termasuk alternatif, berkontribusi lebih dari 60% dari pertumbuhan biaya dasar organik 2021," katanya seperti dikutip Reuters, Sabtu (15/1)

Baca Juga: Ditopang Likuiditas Domestik, Penawaran Lelang SUN (18/1) Bisa Tembus Rp 70 Triliun

Pendapatan BlackRock dari jasa penasihat investasi, pinjaman sekuritas dan biaya administrasi yang merupakan segmen terbesarnya, naik menjadi US$ 3,9 miliar pada kuartal IV. Penopang kenaikan yakni volume kesepakatan global yang naik ke rekor tertinggi pada tahun 2021 sehingga melampaui US$ 5 triliun untuk pertama kali.

"Ini adalah tonggak sejarah yang mengesankan dan itu hanya menggambarkan dominasi mereka di area dengan pertumbuhan tercepat dalam industri ini. BackRock terus mengumpulkan aset dengan klip yang luar biasa," kata  kata Kyle Sanders, analis Edward Jones.

Laba yang disesuaikan BlackRock naik 2,5% menjadi US$ 1,61 miliar atau US$ 10,42 per saham pada kuartal IV.  Sementara pada periode yang sama setahun sebelumnya, laba disesuaikan tercatat US$ 1,57 miliar atau US$ 10,18 per saham.

Sementara para analis rata-rata memperkirakan laba BlackRock sebesar US$ 10,16 per saham. Demikian menurut data IBES dari Refinitiv. Pendapatan naik hampir 14% menjadi $5,11 miliar, sedikit di bawah perkiraan konsensus analis sebesar $5,17 miliar.

Sanders meyakini ke depan BlackRock akan masuk ke mode investasi lagi. "Mereka akan menghabiskan banyak uang dan itu mungkin akan menyulitkan mereka untuk benar-benar memiliki margin keuntungan dan pertumbuhan EPS yang berarti pada 2022," katanya.

Baca Juga: Manulife Aset Manajemen Indonesia Jadi MI dengan AUM Terbesar per Desember 2021

Saham BlackRock turun 1,7% menjadi $852,66 pada perdagangan Jumat pagi (14/1). Pasar memiliki awal yang sulit untuk tahun ini karena investor mencerna langkah yang diharapkan oleh Federal Reserve untuk mulai menaikkan suku bunga untuk mengendalikan kenaikan inflasi.

Cathy Seifert, analis di CFRA memandang, tahun 2022 akan menjadi tahun transisi untuk seluruh ruang manajemen aset. "Investor perlu mengambil jeda sedikit dan memeriksa apa yang berkelanjutan dan apa yang tidak berkelanjutan," katanya.

BlackRock mengatakan pihaknya menargetkan investasi rekor dalam bisnisnya pada tahun 2022, termasuk peningkatan jumlah karyawan yang diharapkan sebanyak 10%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×