kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Mata uang Singapura diramal akan anjlok ke level terendah 2017, ini penjelasannya


Kamis, 20 Februari 2020 / 07:00 WIB
Mata uang Singapura diramal akan anjlok ke level terendah 2017, ini penjelasannya

Sumber: Reuters,Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Mata uang Singapura diramal akan jatuh ke level terendah sejak 2017. Hal ini bisa terjadi jika bank sentral Singapura merespons kuat penyebaran virus corona seperti halnya mereka menghadapi epidemi SARS dua dekade lalu.

Itulah pandangan Tan Teck Leng, ahli strategi makro di Kantor Investasi Global Wealth Management Global UBS Group AG seperti yang dikutip Bloomberg. Tan menilai, Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) dapat memusatkan kembali kebijakannya untuk nilai tukar mata uang yang lebih rendah.

Menurut perkiraan Tan, tindakan langka ini dibutuhkan pada tahun 2003 untuk menangani dampak dari SARS. Dengan melakukan kebijakan itu lagi, dapat menempatkan posisi dollar Singapura melemah hingga 1,40 melawan greenback .

Baca Juga: Ini strategi Qantas Airways atasi dampak virus corona

Melansir Bloomberg, Kepala fiskal Singapura menjanjikan S$ 6,4 miliar (US$ 4,6 miliar) dalam dukungan khusus untuk perekonomian Singapura pada hari Selasa. Hal ini  menggarisbawahi tingkat kekhawatiran di antara pembuat kebijakan tentang ancaman yang ditimbulkan oleh virus.

Saat ini, mengutip data Bloomberg, Singapura sudah memiliki lebih dari 80 kasus virus corona yang dikonfirmasi. Ekonomi Singapura berada posisi yang sangat rentan karena bergantung pada perdagangan.

Baca Juga: Kota industri China yang dilanda virus corona mulai berproduksi lagi, ini ceritanya

"Ada kemungkinan bahwa jika virus semakin memburuk, pelemahan mata uang kembali mungkin terjadi," kata Tan dalam sebuah wawancara di Singapura kepada Bloomberg.

Catatan saja, dollar Singapura telah anjlok 3,3% terhadap dollar AS tahun ini. Kondisi itu menjadikan mata uang Singapura memiliki kinerja terburuk di Asia setelah baht Thailand.

Sebelumnya, pada Senin (17/2/2020), Reuters memberitakan, Singapura telah memangkas pertumbuhan di tahun 2020 dan perkiraan ekspor karena pukulan ekonomi akibat wabah virus corona. Kondisi ini menandai kemungkinan resesi akan dialami Singapura tahun ini.

Baca Juga: Total jadi 84, Singapura laporkan tiga kasus baru corona virus

Menurut perkiraan perdana menteri Singapura, pertumbuhan PDB akan berada di kisaran -0,5% hingga 1,5%, dari prediksi sebelumnya 0,5% hingga 2,5%. Hal ini membuka kemungkinan bahwa pertumbuhan setahun penuh Singapura bisa negatif.

"Prospek ekonomi Singapura telah melemah sejak tinjauan terakhir. Wabah Covid-19 diperkirakan akan mempengaruhi ekonomi Singapura," kata Sekretaris Kementerian Perdagangan Singapura Gabriel Lim, merujuk pada nama teknis penyakit itu, seperti yang dikutip Reuters.

Baca Juga: WHO puji upaya Singapura menemukan setiap kasus virus corona

Lim mengatakan, sejumlah sektor yang akan mengalami dampak terbesar adalah sektor manufaktur, perdagangan, pariwisata dan transportasi, di samping layanan ritel dan makanan.

 



TERBARU

[X]
×