kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Melihat upaya habis-habisan China menahan wabah corona yang tengah bangkit kembali


Kamis, 14 Januari 2021 / 23:30 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Mulai Senin (11/1), Pemerintah Wangkui menutup semua bisnis yang tidak penting, melarang orang meninggalkan kabupaten, dan memblokir semua lalu lintas yang tidak penting.

Setiap keluarga di kabupaten itu bisa meminta satu orang meninggalkan rumah mereka setiap tiga hari sekali untuk membeli kebutuhan, televisi pemerintah melaporkan seperti dilansir Reuters.

Sedang Tieli, kota berpenduduk sekitar 300.000 orang yang berbatasan dengan Suihua, mengatakan pada Rabu (13/1), tidak akan mengizinkan orang atau kendaraan pergi selama tiga hari sebagai bagian dari langkah pencegahan Covid-19 yang baru.

Kota Qiqihar di Provinsi Heilongjiang telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat di seluruh kota untuk Covid-19. Yichun juga telah menutup semua tempat hiburan dan klinik swasta serta memperkuat kontrol transportasi di kota

Dikutip dari Global Times, Zhang Qingwei, Ketua Partai Komunis Heilongjiang, mendesak pemerintah provinsi untuk melakukan upaya habis-habisan untuk mengekang penyebaran virus corona.

Ya, habis-habisan.

Selanjutnya: Demi cegah wabah corona, 3 kota di China berpenduduk 22 juta jiwa dikunci




TERBARU

[X]
×