kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Memanas, Jerman siapkan sanksi untuk Rusia atas serangan peretasan 2015


Kamis, 28 Mei 2020 / 23:40 WIB


Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: S.S. Kurniawan

Merkel mengatakan kepada parlemen bulan ini, Rusia menargetkan dia dalam serangan peretasan. Dia memiliki bukti nyata dari upaya mata-mata "keterlaluan" dan meningkatkan kemungkinan sanksi.

Keesokan harinya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh Berlin menilai Moskow bersalah, meskipun "tidak ada fakta dalam kaitannya dengan Rusia".

Rusia telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menarik kemarahan kekuatan-kekuatan Barat, dari mencaplok Crimea Ukraina hingga mencampuri pemilu dan mendukung Pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah.

Meski begitu, Merkel menekankan pentingnya dialog bahkan sambil menjelaskan ketidaksetujuannya terhadap tindakan Rusia di panggung dunia.

Baca Juga: Insiden panas, jet tempur Rusia cegat pesawat pengintai AS di Laut Mediterania

Namun, hubungan semakin memburuk belakangan. Pemicunya, sebagian adalah pembunuhan seorang mantan komandan Chechnya di taman Tiergarten Berlin, yang menyebabkan Jerman mengusir beberapa diplomat Rusia.

Jaksa penuntut Jerman mengungkapkan, mereka memiliki bukti pembunuhan itu atas nama agen negara Rusia atau Chechnya.

Kementerian Luar Negeri Jerman menekankan, pemanggilan duta besar Rusia "juga bertentangan dengan latar belakang investigasi kasus pembunuhan Tiergarten yang sedang berlangsung".

"Jerman mungkin masih mengambil tindakan lebih lanjut terhadap Rusia," sebut Kementerian Luar Negeri Jerman.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×