kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.23%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.08%

Mengapa Elon Musk mengatakan liburan akan membunuhmu?


Senin, 04 November 2019 / 04:50 WIB
Mengapa Elon Musk mengatakan liburan akan membunuhmu?
ILUSTRASI. Elon Musk, pendiri, CEO dan desainer utama di SpaceX dan salah satu pendiri Tesla, memeriksa SpaceX Hyperloop Pod Competition II di Hawthorne, California, AS, 27 Agustus 2017

Sumber: CNBC | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Setelah sukses mendirikan start-up internet pada awal karirnya, Elon Musk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang jutawan dotcom pada akhir tahun 1990-an. Sebuah pencapaian yang dimimpikan semua orang pada era tersebut.

Pada tahun 1999, Musk menjual perusahaan pertamanya, Zip2, ke Compaq seharga US$ 300 juta. Setelah itu, ia memulai X.com, yang akhirnya menjadi PayPal. Pada 2002, eBay membeli Paypal seharga US$ 1,5 miliar.

Baca Juga: Mengintip portofolio investasi Jeff Bezos, orang terkaya dunia

Mengutip CNBC, Minggu (3/11), pada tahun 2002, ia mendirikan SpaceX, yang bernilai sekitar US$ 33 miliar. Dan pada 2003 ia mendirikan Tesla, yang memiliki kapitalisasi pasar saat ini sekitar US$ 57 miliar.

Kendati, Musk mencapai banyak kesuksesan, tapi sebenarnya, ia tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat atau pun liburan.  Bahkan Musk mengatakan bahwa liburan akan membunuhmu (vacations will kill you).

Mengapa Musk enggan berlibur? Alasan utamanya adalah karena ia memiliki banyak pekerjaan. Musk mengatakan kepada Recode Decode bahwa untuk menghasilkan start-up, dia harus bekerja lebih dari 100 jam seminggu.

Musk tidak banyak berubah

Pada tahun 2018, Musk tidur di lantai pabrik Tesla dalam upaya mengejar ketinggalan produksi pada mobil model 3. "Saya tidak punya  waktu untuk pulang dan mandi," katanya kepada Gayle King.

Baca Juga: Jeff Bezos dan Elon Musk balapan membawa internet ke tempat terpencil di bumi

Ia mengatakan, sulit memercayai bahwa para karyawan harus mengalami kesulitan dalam bekerja, sementara CEO-nya, seperti dirinya malah sedang liburan.

Selain bekerja sepanjang waktu, Musk mengatakan ia pernah menjalani liburan, tapi  sayang ia memiliki pengalaman buruk saat menjalaninya.



TERBARU

[X]
×