kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45775,90   0,60   0.08%
  • EMAS934.000 0,32%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Mengenal George Floyd yang berupaya mengubah hidup berakhir tragis


Minggu, 31 Mei 2020 / 20:03 WIB
Mengenal George Floyd yang berupaya mengubah hidup berakhir tragis
ILUSTRASI. People huddle as they are struck by pepper-balls fired by police during a protest against the deaths of Breonna Taylor by Louisville police and George Floyd by Minneapolis police, in Louisville, Kentucky, U.S. May 29, 2020. REUTERS/Bryan Woolston TPX IMAG

Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  MINNEAPOLIS. Kematian George Floyd pada awal pekan ini memunculkan gelombang demonstrasi di AS, di mana massa menyerukan agar polisi tak lagi memaki kekerasan.

Floyd adalah pria kulit hitam tak bersenjata yang tewas pada Senin (25/5/2020), setelah polisi Minneapolis membekuknya di sebuah toko.

Salah satu polisi, Derek Chauvin, menindihnya selama delapan menit di mana George Floyd sempat terekam berteriak "aku tak bisa bernapas".

Baca Juga: Amerika Serikat panas, kematian George Floyd bikin chaos polisi vs demonstran meluas

Dia pindah ke Minneapolis setelah dibebaskan dari penjara, dan dikenal sebagai " raksasa lembut yang berusaha mengubah hidupnya".

Salah satu teman Floyd, Christopher Harris, menyebut sahabat lamanya itu lahir di North Carolina 46 tahun silam, dan sempat tinggal di Houston.

Namun di pindah ke kota terbesar di Minnesota itu beberapa tahun lalu demi mendapatkan pekerjaan, seperti dilaporkan Sky News Sabtu (30/5/2020).

Dia mendapat panggilan sayang "Big Floyd", dan ayah putri berusia enam tahun serta hidup bersama ibunya, Roxie Washington.

Kepada Houston Chronicle, sang ibu mengungkapkan putranya itu adalah ayah yang baik, di mana mereka berdua membesarkan anakya, Gianna. Dia disebut mempunyai pacar bernama Courteney Ross.

Baca Juga: Aksi memprotes kematian George Floyd meluas ke 30 kota Amerika Serikat

Sang kekasih begitu hancur setelah mendengar kabar George Floyd tewas. Kepada Star Tribune, Ross dia terbangun dan mendapati Minneapolis membara karena massa bergerak untuk memprotes kematiannya.




TERBARU

[X]
×