kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Menjadi pengusaha merupakan cita-citanya sejak kecil (2)


Jumat, 24 Mei 2019 / 16:04 WIB
Menjadi pengusaha merupakan cita-citanya sejak kecil (2)


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tri Adi

Menjadi pengusaha merupakan cita-cita David Steward sejak kecil. Namun selepas kuliah, Steward tidak langsung terjun menjadi pebisnis. Ia bekerja di beberapa perusahaan di sektor berbeda. Ketika bekerja di FedEx, kariernya cukup cemerlang meski hanya sebagai sales. Dia bahkan pernah menjadi karyawan terbaik di perusahaan tersebut. Namun, itu tidak mengubur cita-citanya menjadi pengusaha. Setelah keluar dari FedEx, Steward membeli firma konsultasi.

Pebisnis asal Clinton, Missouri, Amerika Serikat (AS) David Steward mengaku menjadi seorang pebisnis adalah cita-citanya sejak kecil. Kendati keluarganya tidak memiliki harta yang berlimpah untuk diwariskan, kegigihannya untuk meraih mimpinya tersebut tetap dipegang teguh olehnya sejak remaja.

Semasa meniti karier selepas lulus kuliah, Steward pernah beberapa kali bekerja di beberapa perusahaan. Kantor pertamanya yakni Missouri Pacific Railroad adalah perusahaan kereta api di AS yang terletak di sebelah barat sungai Mississippi.

Setelah itu, David melanjutkan kariernya di Wagner Electic, perusahaan kontraktor lokal yang bergerak di bidang penyediaan alat elektronik untuk kebutuhan konstruksi dan peremajaan.

Terakhir, ia bekerja di Federal Express (FedEx), perusahaan raksasa logistik. Kiprahnya di FedEx sangat cemerlang, walau hanya bekerja sebagai seorang penjual atau sales, Ia kerap meraih penghargaan karyawan terbaik di perusahaan tersebut.

Walau pun kariernya terbilang cemerlang, ia memutuskan keluar dari perusahaan tersebut untuk meraih mimpinya menjadi seorang pebisnis. Tahun 1984 menjadi titik balik pria kulit hitam ini.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×