kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.909   -48,00   -0,28%
  • IDX 8.992   -18,15   -0,20%
  • KOMPAS100 1.239   1,44   0,12%
  • LQ45 875   3,69   0,42%
  • ISSI 330   0,16   0,05%
  • IDX30 448   2,63   0,59%
  • IDXHIDIV20 528   6,59   1,26%
  • IDX80 138   0,26   0,19%
  • IDXV30 146   2,21   1,53%
  • IDXQ30 144   1,54   1,08%

Menteri Energi AS Serukan Peningkatan Produksi Minyak Global Dua Kali Lipat di Davos


Kamis, 22 Januari 2026 / 18:09 WIB
Menteri Energi AS Serukan Peningkatan Produksi Minyak Global Dua Kali Lipat di Davos
ILUSTRASI. DAVOS-MEETING/Menteri Energi AS tegaskan dunia butuh produksi minyak dua kali lipat. (REUTERS/Denis Balibouse)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - DAVOS. Menteri Energi AS Chris Wright mengungkapkan, dunia perlu meningkatkan produksi minyak lebih dari dua kali lipat, sambil mengkritik Uni Eropa dan negara bagian California di AS karena membuang-buang uang untuk mengembangkan energi hijau yang tidak efisien.

Dalam beberapa tahun terakhir, diskusi World Economic Forum tentang energi telah berpusat pada cara-cara untuk meningkatkan kebijakan rendah karbon. 

Namun, selama diskusi Wright dengan CEO perusahaan energi Occidental, Vicki Hollub, di Davos, mereka menekankan bahwa dunia akan bergantung pada minyak selama beberapa dekade mendatang.

Baca Juga: Vladimir Putin Perkirakan Harga Jual Greenland US$ 1 Miliar

Wright mengatakan peraturan lingkungan perusahaan di Uni Eropa menimbulkan risiko bagi kerja sama energi dengan Amerika Serikat dan memperingatkan bahwa hal itu dapat mempengaruhi impor gas AS ke Eropa.

"Peraturan ini dapat mengancam Anda (produsen AS) dari segi tanggung jawab untuk mengirim gas ke Eropa," kata Wright seperti dilansir Reuters, Kamis (22/1/2026).

"Kami bekerja sama dengan kolega kami di Eropa untuk menghilangkan hambatan tersebut."

Baca Juga: WEF Davos 2026 Menyoroti Tata Kelola Inovasi dan Pembangunan Berkelanjutan

Uni Eropa mewajibkan importir minyak dan gas ke Eropa untuk memantau dan melaporkan emisi metana yang terkait dengan impor tersebut, dalam upaya untuk mengekang emisi gas yang berpotensi memanaskan planet ini.

Setelah berbulan-bulan mendapat tekanan dari perusahaan dan pemerintah, Uni Eropa bulan lalu setuju untuk mengurangi secara drastis dua undang-undang unggulan, yaitu Arahan Pelaporan Keberlanjutan Perusahaan dan Arahan Uji Tuntas Keberlanjutan Perusahaan.

Selanjutnya: Simak Strategi Sejumlah Bank Digital Genjot Kredit pada 2026

Menarik Dibaca: 5 Teh Alami yang Ampuh Turunkan Kolesterol Tinggi Anda, Mau Coba?




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×