Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - DAVOS. Menteri Energi AS Chris Wright mengungkapkan, dunia perlu meningkatkan produksi minyak lebih dari dua kali lipat, sambil mengkritik Uni Eropa dan negara bagian California di AS karena membuang-buang uang untuk mengembangkan energi hijau yang tidak efisien.
Dalam beberapa tahun terakhir, diskusi World Economic Forum tentang energi telah berpusat pada cara-cara untuk meningkatkan kebijakan rendah karbon.
Namun, selama diskusi Wright dengan CEO perusahaan energi Occidental, Vicki Hollub, di Davos, mereka menekankan bahwa dunia akan bergantung pada minyak selama beberapa dekade mendatang.
Baca Juga: Vladimir Putin Perkirakan Harga Jual Greenland US$ 1 Miliar
Wright mengatakan peraturan lingkungan perusahaan di Uni Eropa menimbulkan risiko bagi kerja sama energi dengan Amerika Serikat dan memperingatkan bahwa hal itu dapat mempengaruhi impor gas AS ke Eropa.
"Peraturan ini dapat mengancam Anda (produsen AS) dari segi tanggung jawab untuk mengirim gas ke Eropa," kata Wright seperti dilansir Reuters, Kamis (22/1/2026).
"Kami bekerja sama dengan kolega kami di Eropa untuk menghilangkan hambatan tersebut."
Baca Juga: WEF Davos 2026 Menyoroti Tata Kelola Inovasi dan Pembangunan Berkelanjutan
Uni Eropa mewajibkan importir minyak dan gas ke Eropa untuk memantau dan melaporkan emisi metana yang terkait dengan impor tersebut, dalam upaya untuk mengekang emisi gas yang berpotensi memanaskan planet ini.
Setelah berbulan-bulan mendapat tekanan dari perusahaan dan pemerintah, Uni Eropa bulan lalu setuju untuk mengurangi secara drastis dua undang-undang unggulan, yaitu Arahan Pelaporan Keberlanjutan Perusahaan dan Arahan Uji Tuntas Keberlanjutan Perusahaan.













