Menyentuh Sekali, Ini Curhatan Komplet Elon Musk soal Alasan Membeli Twitter

Jumat, 28 Oktober 2022 | 18:55 WIB Sumber: Twitter,Twitter
Menyentuh Sekali, Ini Curhatan Komplet Elon Musk soal Alasan Membeli Twitter

ILUSTRASI. Menyentuh Sekali, Ini Curhatan Komplet Elon Musk soal Alasan Membeli Twitter. REUTERS/Adrees Latif


KONTAN.CO.ID - Elon Musk telah menyelesaikan proses akuisisi Twitter Inc senilai US$ 44 miliar pada Kamis (27/10) malam.

Setelah resmi menguasai Twitter, langkah pertama Elon Musk adalah memecat pimpinan puncak perusahaan media sosial tersebut.

Tak hanya memecat Chief Executive Twitter, Musk juga dikabarkan memberhentikan sejumlah direktur Twitter. Di antara mereka adalah Chief Financial Officer Ned Segal dan Kepala Urusan Hukum dan Kebijakan Twitter Vijaya Gadde

Konon Vijaya Gadde adalah orang yang memblokir permanen akun mantan Presiden AS Donald Trump. 

Langkah berani Musk langsung menjadi viral di Twitter sendiri. Para pengguna me-retweet kabar pemecatan tersebut.

Baca Juga: Resmi Akuisisi Twitter, Elon Musk Pecat Eksekutif Twitter

Selain soal pemecatan pejabat Twitter di hari pertama, khalayak Twitter juga menyambut hangat curhatan Elon Musk di platform media sosial yang dia miliki. 

Ungkapan panjang itu dia post dalam bentuk gambar, bukan kicauan langsung.         

Nah, KONTAN.co.id menyalin dan menerjemahkan curhatan Elon Musk itu untuk Anda. 

Tanpa perlu meyakini sepenuhnya bahwa dia jujur apa adanya, isi curhatan Elon Musk patut untuk dicermati, siapa tahu menginspirasi kita. 

Curhat Panjang Elon Musk soal Motivasi Membeli Twitter

"Saya ingin menyampaikan secara pribadi, perihal motivasi saya mengakuisisi Twitter. Ada banyak spekulasi tentang mengapa saya membeli Twitter dan apa yang saya pikirkan tentang periklanan. Sebagian besar spekulasi itu salah.

Alasan saya menguasai Twitter adalah karena penting bagi masa depan peradaban untuk memiliki alun-alun kota digital bagi khalayak umum, di mana berbagai keyakinan dapat diperdebatkan dengan cara yang sehat, tanpa menggunakan kekerasan.

Saat ini terdapat bahaya besar bahwa media sosial akan terpecah menjadi ruang gema sayap kanan dan sayap kiri yang menggaungkan lebih banyak kebencian dan memecah-belah masyarakat kita.

Dalam pengejaran klik tanpa henti, banyak media tradisional telah memicu dan melayani polarisasi yang ekstrem itu karena mereka percaya itulah yang menghasilkan uang. Tetapi dengan itu, kesempatan untuk berdialog hilang.

Oleh sebab itu saya membeli Twitter. Saya tidak melakukannya karena itu akan mudah. Saya tidak melakukannya untuk menghasilkan lebih banyak uang.

Saya melakukannya untuk mencoba membantu umat manusia yang saya cintai. Dan saya melakukannya dengan kerendahan hati, mengakui bahwa kegagalan dalam mengejar tujuan ini, terlepas dari upaya terbaik kami, adalah kemungkinan yang sangat nyata.

Baca Juga: Saham Twitter Akan Ditangguhkan Jelang Penutupan Kesepakatan US$ 44 Miliar Oleh Musk

Dikatakan bahwa Twitter jelas tidak bisa menjadi neraka yang bebas untuk berbuat apa saja, di mana apapun dapat dikatakan tanpa konsekuensi!

Selain mematuhi hukum negara, platform kami harus hangat dan ramah untuk semua. Anda dapat memilih pengalaman yang Anda inginkan sesuai dengan preferensi Anda, seperti memilih, misalnya, menonton film atau bermain video game mulai dari segala usia hingga dewasa.

Saya juga sangat percaya bahwa periklanan, jika dilakukan dengan benar, dapat menyenangkan, menghibur, dan memberi tahu Anda. Iklan dapat menunjukkan layanan atau produk atau perawatan medis yang Anda belum pernah tahu ada, tetapi tepat untuk Anda.

Agar hal ini benar, sangat penting untuk menunjukkan kepada pengguna Twitter iklan yang serelevan mungkin dengan kebutuhan mereka. Iklan dengan relevansi rendah adalah spam, tetapi iklan yang sangat relevan sebenarnya adalah konten!

Pada dasarnya, Twitter bercita-cita menjadi platform periklanan paling dihormati di dunia yang memperkuat merek Anda dan mengembangkan perusahaan Anda.

Kepada semua pihak yang telah bermitra dengan kami, saya ucapkan terima kasih. Mari kita membangun sesuatu yang luar biasa bersama."

 

Editor: Hasbi Maulana

Terbaru