kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Merebak, China akan masukkan kasus corona tanpa gejala dalam hitungan


Rabu, 01 April 2020 / 09:13 WIB
Merebak, China akan masukkan kasus corona tanpa gejala dalam hitungan
ILUSTRASI. Warga mengenakan masker di Wuhan, China

Sumber: CNN | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Jumlah orang yang terinfeksi virus corona di China bakal lebih banyak yang dilaporkan selama ini. Otoritas kesehatan China akan memasukkan kasus virus corona baru tanpa gejala dalam hitungan resmi mereka mulai Rabu (1/4).

Langkah tersebut diambil China setelah muncul keprihatinan publik yang berkembang atas kasus-kasus infeksi corona tanpa gejala yang mencapai 1.541 kasus pada Senin (30/3), menurut data Komisi Kesehatan Nasional (NHC). Ini termasuk 205 kasus yang diimpor dari luar negeri.

"Para pejabat akan semakin memperketat aturan skrining dan karantina yang menargetkan kasus tanpa gejala yang didefinisikan sebagai orang yang dites positif terkena virus tanpa menunjukkan gejala apa pun," kata Chang Jile, seorang pejabat senior di NHC, pada konferensi pers di Wuhan seperti dikutip CNN.

Baca Juga: Mengenal lagi virus corona, mulai ciri-ciri, bentuk, hingga penyebarannya

Sampai sekarang, kasus tanpa gejala belum dihitung sebagai kasus yang dikonfirmasi berdasarkan pedoman pemerintah Tiongkok.

Kasus tanpa gejala dan kontak dekat, mereka akan diisolasi selama 14 hari setelah ditemukan.

Karantina hanya akan dicabut setelah mereka melakukan dua kali tes negatif untuk virus corona dalam tes yang diberikan 24 jam terpisah.

Jika mereka mengalami gejala selama isolasi, mereka akan menjadi kasus yang dikonfirmasi dan menjalani perawatan di rumah sakit yang ditunjuk.

Senin pekan ini, satuan tugas virus yang diketuai Perdana Menteri China Li Keqiang mendesak menempatkan prioritas pada kasus tanpa gejala, dari deteksi, pelacakan kontak, hingga isolasi dan perawatan, untuk menyumbat celah potensial penyebaran.

Seorang wanita di provinsi Henan di Cina tengah, terinfeksi virus mematikan minggu lalu setelah bertemu dengan seorang teman, yang kemudian diidentifikasi sebagai kasus tanpa gejala.

Ketika pemerintah Cina bersiap-siap untuk mencabut langkah-langkah penguncian di Wuhan, kisah Henan tersebut telah membangkitkan kegelisahan yang kuat tentang betapa penularan dari orang tanpa gejala dan apakah pihak berwenang cukup transparan dalam melaporkan kasus-kasus seperti itu.

Baca Juga: Dalam skenario rendah, Bank Dunia ramal pertumbuhan ekonomi China hanya 0,1% di 2020



TERBARU

[X]
×