kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Meski Dijegal AS, Huawei Bakal Produksi Massal Chip AI Terbaru Awal 2025


Jumat, 22 November 2024 / 08:36 WIB
ILUSTRASI. Huawei China berencana untuk mulai memproduksi massal chip kecerdasan buatannya (AI) yang paling canggih pada kuartal pertama 2025. REUTERS/Aly Song


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Huawei China berencana untuk mulai memproduksi massal chip kecerdasan buatannya (AI) yang paling canggih pada kuartal pertama 2025, meskipun ada pembatasan AS.

Hal tersebut diungkapkan oleh dua orang sumber Reuters yang mengetahui masalah tersebut.

Sumber tersebut membisikkan kepada Reuters, Konglomerat telekomunikasi tersebut telah mengirimkan sampel Ascend 910C - chip terbarunya, yang dimaksudkan untuk menyaingi yang dibuat oleh pembuat chip AI AS Nvidia - ke beberapa perusahaan teknologi dan mulai menerima pesanan.

Huawei kini berada di pusat ketegangan AS-Tiongkok terkait perdagangan dan keamanan. 

Washington telah memberlakukan serangkaian pembatasan pada Huawei dan perusahaan Tiongkok lainnya, dengan alasan bahwa kemajuan teknologi mereka menimbulkan risiko keamanan nasional bagi AS. 

Beijing, yang berusaha menjadikan ekonomi terbesar kedua di dunia itu mandiri dalam semikonduktor canggih, membantah klaim tersebut.

Baca Juga: Penjualan Iphone Selama Festival Belanja di China Menurun Dua Digit

Pembatasan tersebut telah menghambat kemampuan Huawei untuk mendapatkan hasil produksi dari chip AI canggihnya yang cukup tinggi agar layak secara komersial.

Seorang sumber yang diberi pengarahan tentang hasil tersebut mengatakan, 910C dibuat oleh pembuat chip kontrak terkemuka Tiongkok Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC) pada proses N+2. tetapi kurangnya peralatan litografi canggih telah membatasi hasil produksi chip tersebut menjadi sekitar 20%.

Chip canggih membutuhkan hasil produksi lebih dari 70% agar layak secara komersial.

Bahkan prosesor Huawei yang paling canggih saat ini, 910B buatan SMIC, hanya memiliki hasil produksi sekitar 50%. Kondisi ini memaksa Huawei untuk memangkas target produksi dan menunda pemenuhan pesanan untuk chip tersebut, kata sumber tersebut.

Huawei dan SMIC tidak menanggapi permintaan komentar pada hari Kamis.

Baca Juga: Huawei dan Mitra Tingkatkan Kontribusi Ekonomi melalui Penguatan Sinergi




TERBARU

[X]
×