kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.895   25,00   0,14%
  • IDX 5.788   -32,40   -0,56%
  • KOMPAS100 747   -5,08   -0,68%
  • LQ45 567   -5,71   -1,00%
  • ISSI 201   -0,45   -0,22%
  • IDX30 322   -2,92   -0,90%
  • IDXHIDIV20 397   -3,61   -0,90%
  • IDX80 85   -0,68   -0,80%
  • IDXV30 108   -0,28   -0,26%
  • IDXQ30 104   -1,09   -1,04%

Meski jadi negara netral, Swiss bakal borong jet tempur baru seharga miliaran dolar


Senin, 28 September 2020 / 10:27 WIB
ILUSTRASI. Jet tempur Dassault Rafale. Meski negara netral, Swiss bakal borong jet tempur baru seharga miliaran dolar. REUTERS/Pascal Rossignol


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - ZURICH. Ambisi pemerintah Swiss untuk memodernisasi angkatan udara mereka mendapat lampu dukungan publik. Meski menjadi negara netral, negara Eropa ini merasa perlu untuk meningkatkan kemampuan tempur mereka.

Para pemilik suara di Swiss mendukung rencana pemerintah untuk membelanjakan hingga 6 miliar franc Swiss atau setara US$ 6,46 miliar untuk jet tempur baru dalam referendum yang secara mengejutkan dimenangkan dengan mayoritas 50,2%.

Jajak pendapat telah menunjukkan bahwa rencana tersebut akan dengan mudah mendapatkan persetujuan di mana netralitas dalam urusan militer sudah menjadi tradisi.

Baca Juga: Xi Jinping: China dan Kuba selamanya bersaudara

Persetujuan pendanaan dalam referendum tersebut akan memungkinkan pemerintah memutuskan untuk membeli jet tempur di tahun depan.

Pilihan yang tersedia adalah Eurofighter dari Airbus, Rafale buatan Dassault Prancis, F / A-18 Super Hornet dari Boeing, atau F35-A Lightning II buatan Lockheed Martin.

Pesawat tersebut akan menggantikan armada 30 F / A-18 Hornets milik Swiss yang sudah tua, dan akan berhenti beroperasi pada tahun 2030 mendatang.

Jet baru yang dibeli tahun depan tersebut rencananya akan dikirim pada tahun 2025 nanti.

Selanjutnya: Ini persiapan warga Taiwan jika perang dengan China meletus




TERBARU

[X]
×