kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Meski pernah stroke, Heng Swee Keat akan jadi Deputi Perdana Menteri Singapura


Selasa, 23 April 2019 / 21:00 WIB

Meski pernah stroke, Heng Swee Keat akan jadi Deputi Perdana Menteri Singapura

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Teka-teki calon suksesor Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mulai terkuak. Ini setelah Menteri Keuangan Singapura Heng Swee Keat mendapat promosi dan segera menduduki posisi baru sebagai Deputi Perdana Menteri Singapura. 

Kantor Perdana Menteri Singapura mengumumkan jabatan baru Heng tersebut, Selasa (23/4). Ini seolah memperkuat prediksi khalayak bahwa Heng akan menjadi pemimpin masa depan negara-kota tersebut. Promosi Heng akan berlaku mulai 1 Mei mendatang.


Reuters mencatat, tahun lalu partai yang berkuasa di Singapura menunjuk Heng ke posisi kepemimpinan kunci, menempatkannya dia dalam posisi menggantikan Perdana Menteri Lee Hsien Loong saat ini yang akan mundur pada tahun-tahun mendatang.

Meski karier politik Heng bergulir cemerlang, tidak demikian dengan kondisi kesehatannya.  Pada 12 Mei 2016 lalu, Heng Swee Keat terkena serangan stroke di tengah rapat kabinet. Segera dia dibawa ke Tan Tock Seng Hospital dan menjalani operasi untuk menurunkan tekanan darah pada otak, sebelum kemudian dipindahkan ke ruang ICU. 

Wakil Perdana Menteri Tharman Shanmugaratanam segera ditunjuk menjadi pengganti sementara Heng.

Enam minggu kemudian, Heng keluar dari rumah sakit. Kantor Perdana Menteri Singapura secara resmi menyampaikan bahwa Heng mengalami pemulihan yang menakjubkan, tetapi masih cuti untuk melanjutkan perawatan.

Usai perawatan, Heng kembali menduduki kursi sebagai Menteri Keuangan Singapura lagi pada 22 Agustus 2016, kira-kira tiga bulan sejak dia terserang stroke.

Kini, Heng membuktikan, stroke tak mampu menghalanginya mencapai puncak karier politik sebagai Perdana Menteri Singapura di masa depan.

Isu suksesi kepempimpinan Singapura bergulir setelah pada Oktober 2017 silam Perdana Menteri Lee Hsien Loong menyatakan siap meletakkan jabatan dalam beberapa tahun mendatang.

Lee yang kini telah berusia 67 tahun beberapa kali menekankan perlunya suksesi kepemimpinan di Singapura. Namun, dia harus memastikan bahwa penggantinya siap mengambil alih jabatan perdana menteri. Kondisi kesehatan menjadi salah satu pertimbangan Lee menggulirkan isu suksesi.

Lee menjabat Perdana Menteri Singapura sejak Agustus 2004. Ia menggantikan Goh Chok Tong. Lee adalah anak sulung pendiri dan Perdana Menteri Singapura yang pertama, Lee Kuan Yew.

Catatan saja, pemilu berikutnya Singapura akan digelar awal 2021 mendatang.


Reporter: Hasbi Maulana
Editor: Hasbi Maulana
Video Pilihan

TERBARU
Terpopuler
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0539 || diagnostic_web = 0.3108

Close [X]
×