kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Microsoft Bakal Luncurkan Software Terbaru Windows 7


Kamis, 08 Januari 2009 / 12:09 WIB
Microsoft Bakal Luncurkan Software Terbaru Windows 7


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

LAS VEGAS. Microsoft Corp berencana memperkenalkan sistem operasional komputer generasi terbarunya. Namanya Windows 7. Nantinya, para konsumen dapat mencoba software teranyar tersebut mulai Jumat besok.

Wall Street sendiri mengindentifikasi waktu peluncuran penjualan retail Windows 7 sebagai tantangan yang kritis bagi Microsoft pada tahun ini, setelah peluncuran debut Windows Vista pada akhir Januari 2007 lalu.

“Windows 7 saat ini berada di jalur yang tepat,” ujar Robbie Bach, president of entertainment & devices Microsoft kepada Reuters. Sayangnya, Robbie menolak untuk merilis data yang lebih spesifik mengenai rencana pengujian beta pada 9 Januari mendatang.

Microsoft, yang merupakan produsen software terbesar dunia, mengatakan Windows 7 sudah mengadopsi teknologi layar sentuh dan memungkinkan pengguna untuk menggunakan sistem dengan lebih personal. Beberapa kelebihan lain yakni, fitur-fitur yang ditawarkan pun lebih bersahabat.

Bach juga mengatakan, Microsoft juga akan memperkenalkan video game terbaru bertajuk “Halo Wars” dan channel online game di Xbox Live. “Anda akan melihat, kami akan terus berinvestasi di bidang teknologi. Microsoft sangat optimistis tentang kemana arah pasar dan kesempatan dalam lima tahun ke depan,” jelasnya.

Sandeep Aggarwal, analis Collins Stewart mengatakan, pasar mengharapkan debut Windows 7 dilakukan pada November 2009. “Meski demikian, Vista keluar terlambat dan menyebabkan banyak kerugian dari pihak Microsoft seperti keluarnya para senior eksekutif, tekanan dari partner kerja dan meningkatnya kompetisi,” jelas Aggarwal.




TERBARU

[X]
×