kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.166   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.098   -184,26   -3,49%
  • KOMPAS100 656   -29,76   -4,34%
  • LQ45 515   -24,19   -4,48%
  • ISSI 171   -5,38   -3,04%
  • IDX30 289   -13,61   -4,49%
  • IDXHIDIV20 388   -17,40   -4,29%
  • IDX80 76   -3,38   -4,28%
  • IDXV30 108   -4,36   -3,89%
  • IDXQ30 98   -4,24   -4,16%

Microsoft Siapkan Obligasi Jumbo US$ 25 Miliar, Danai Ekspansi AI


Kamis, 29 Oktober 2026 / 21:19 WIB
Microsoft Siapkan Obligasi Jumbo US$ 25 Miliar, Danai Ekspansi AI
ILUSTRASI. Microsoft (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Microsoft berencana menghimpun dana minimal US$ 25 miliar melalui penjualan obligasi berperingkat investment-grade di Amerika Serikat (AS). Bloomberg News melaporkan hal tersebut pada Kamis (29/10/2026), dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut.

Penjualan obligasi ini akan menjadikan Microsoft sebagai perusahaan teknologi besar terbaru yang memanfaatkan pasarutang untuk mendanai ambisinya di bidang kecerdasan buatan (AI).

Seluruh perusahaan teknologi terbesar di dunia telah beralih menjual obligasi dan menerbitkan saham untuk menghimpundana selama setahun terakhir guna membiayai belanja AI mereka yang sangat besar. Langkah ini menandai perubahanpendekatan perusahaan-perusahaan raksasa Silicon Valley yang selama ini mengandalkan cadangan kas besar untukmembiayai investasi.

Baca Juga: Christine Lagarde Mundur dari Jabatan Presiden ECB, Pengganti Dipilih Sebelum Pemilu

Menurut Bloomberg, Microsoft akan menerbitkan obligasi dalam hingga 10 seri dengan jangka waktu jatuh tempo mulaidari dua hingga 40 tahun. Laporan tersebut menambahkan bahwa belum ada keputusan final mengenai besaran penawarandan jumlahnya masih dapat berubah sesuai permintaan investor.

Wells Fargo, JPMorgan Chase, dan UBS Group AG akan mengelola penawaran obligasi tersebut, menurut Bloomberg.

UBS dan Wells Fargo menolak permintaan komentar dari Reuters, sedangkan JPMorgan belum segera memberikan tanggapan. Microsoft mengarahkan Reuters pada dokumen pengajuan regulasi yang mengonfirmasi penjualan obligasitersebut, tetapi tidak mengungkapkan nilai penerbitannya.

Laporan ini muncul hanya sehari setelah Direktur Keuangan Microsoft Amy Hood mengatakan kepada investor dalam konferensi laporan keuangan bahwa perusahaan akan mencari sumber pendanaan tambahan ketika kami menilai hal itumenarik untuk dilakukan. Ia menyebut perlunya menjaga arus kas dan fleksibilitas keuangan perusahaan.

Saham Microsoft naik 1% pada awal perdagangan, setelah sempat menguat sekitar 3% saat pasar dibuka. Perusahaan sebelumnya menyampaikan proyeksi penjualan komputasi awan untuk kuartal berjalan yang optimistis setelahperdagangan pada Rabu berakhir.

Microsoft memperkirakan akan terus menghasilkan arus kas bebas positif pada tahun fiskal berjalan yang berakhir padaJuni 2027. Kondisi ini membedakannya dari perusahaan teknologi besar dan penyedia layanan komputasi awan berskalabesar lainnya, yang semuanya mulai menghabiskan kas untuk membiayai pembangunan pusat data.

Investor menghukum saham Alphabet pada Rabu setelah perusahaan tersebut mencatat pengeluaran kas sebesar US$ 9,07miliar pada kuartal III. Pekan lalu, saham Meta juga mengalami aksi jual setelah perusahaan induk Facebook itu mencatatpengeluaran kas untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

Baca Juga: Saham Microsoft dan Oracle Melonjak, Alphabet Terpuruk akibat Belanja AI


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×