kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.939   104,00   0,58%
  • IDX 6.299   -76,31   -1,20%
  • KOMPAS100 819   -14,09   -1,69%
  • LQ45 623   -9,92   -1,57%
  • ISSI 219   -2,18   -0,99%
  • IDX30 345   -5,37   -1,53%
  • IDXHIDIV20 429   -4,96   -1,14%
  • IDX80 93   -1,50   -1,58%
  • IDXV30 117   -1,48   -1,24%
  • IDXQ30 111   -1,66   -1,48%

SoftBank Cari Utang US$ 11,1 Miliar untuk Biayai Ekspansi AI dan OpenAI


Kamis, 24 September 2026 / 17:15 WIB
SoftBank Cari Utang US$ 11,1 Miliar untuk Biayai Ekspansi AI dan OpenAI
ILUSTRASI. Masayoshi Son (Dok./REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - TOKYO. SoftBank Group menghimpun dana US$ 11,1 miliar melalui penerbitan obligasi berdenominasi dolar AS dan euro. 

Aksi ini menjadi penerbitan obligasi korporasi high-yield terbesar di dunia, seiring upaya konglomerasi teknologi Jepang tersebut membiayai investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI).

Dana tersebut menjadi bagian dari kebutuhan pembiayaan SoftBank untuk memperkuat kepemilikannya di OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT. 

Baca Juga: SpaceX Raih Peringkat Utang Investment Grade, Prospek Stabil di Tengah Ekspansi AI

SoftBank telah berkomitmen menginvestasikan US$ 64,6 miliar di OpenAI dan diperkirakan akan menguasai sekitar 13% saham perusahaan tersebut pada pekan depan.

"AI telah mendorong penerbitan utang hingga masuk ke pasar high-yield dalam skala besar," kata Satoru Aoyama, Senior Director Fitch Ratings.

Selain OpenAI, SoftBank juga tengah mengakuisisi bisnis robotika ABB senilai US$5,4 miliar dan DigitalBridge senilai US$ 3,1 miliar.

Besarnya kebutuhan pendanaan membuat perseroan semakin aktif mencari sumber pembiayaan, termasuk melalui penjualan aset dan pinjaman dengan jaminan kepemilikan saham Arm dan OpenAI.

Dalam penerbitan terbaru, SoftBank menawarkan obligasi senior dolar AS senilai US$1 miliar dengan tenor 3,5 tahun dan kupon 8,625%. Perseroan juga menerbitkan masing-masing US$4,5 miliar untuk tenor 5,5 tahun dan 7,5 tahun dengan kupon 9,25% dan 9,75%.

Sementara itu, dua tranche obligasi berdenominasi euro masing-masing senilai €500 juta diterbitkan dengan tenor empat dan enam tahun, dengan imbal hasil 7,125% dan 8%.

Baca Juga: Vinfast Jual Pabrik Utama dan Mengalihkan Utang US$ 7 Miliar, Jadi Sorotan Investor

Biaya tersebut jauh lebih tinggi dibanding penerbitan obligasi SoftBank pada Juni 2021. Saat itu, obligasi senior dolar AS dan euro SoftBank memiliki imbal hasil sekitar 2,125% hingga 5,25%.

Kenaikan biaya pendanaan mencerminkan meningkatnya kebutuhan modal sekaligus perhatian investor terhadap kondisi keuangan SoftBank.

Perseroan telah menerbitkan US$14,6 miliar obligasi high-yield sepanjang 2026 atau sekitar 63,4% dari total pasar obligasi korporasi high-yield di Asia Pasifik dan Jepang.

Risiko kredit SoftBank juga meningkat. Biaya asuransi terhadap risiko gagal bayar melalui credit default swap (CDS) lima tahun menembus lebih dari 400 basis poin pekan ini, naik dari sekitar 280 basis poin pada Juni.

Tekanan tersebut muncul ketika SoftBank semakin terkonsentrasi pada aset terkait AI. Menurut perhitungan CreditSights, kepemilikan SoftBank di Arm dan OpenAI kini mencakup sekitar tiga perempat nilai aset grup pada level harga saat ini.

Di sisi lain, rencana SoftBank memperoleh tambahan dana melalui penawaran umum perdana (IPO) OpenAI dan anak usaha pengembang pusat data SB Energy menghadapi penundaan. Kondisi ini berpotensi memperpanjang kebutuhan pembiayaan SoftBank.

Baca Juga: Solusi Environment (SOFA) Siapkan Rp 131 Miliar untuk Ekspansi Bisnis Waste-to-Energy

CreditSights menilai risiko kredit SoftBank telah meningkat seiring konsentrasi investasi dan tekanan terhadap arus kas.

Namun, S&P Global Ratings menyebut kinerja saham Arm yang kuat masih mendukung kualitas kredit SoftBank sehingga penundaan IPO OpenAI belum memberikan dampak negatif langsung terhadap kelayakan kredit perseroan.

Secara global, kebutuhan pembiayaan proyek AI juga mendorong lonjakan penerbitan utang oleh perusahaan teknologi besar. Data LSEG menunjukkan nilai penerbitan obligasi oleh perusahaan hyperscaler telah lebih dari dua kali lipat tahun ini menjadi lebih dari US$200 miliar.

Gelombang penerbitan tersebut meningkatkan persaingan mendapatkan modal dan turut memberikan tekanan terhadap biaya pinjaman global.

Dengan penerbitan terbaru ini, SoftBank kini menghadapi tantangan ganda: memenuhi kebutuhan dana untuk ekspansi AI sekaligus menjaga risiko kredit dan likuiditas di tengah meningkatnya biaya utang.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×