Militer AS Lakukan Serangan di Suriah Menargetkan Milisi Dukungan Iran

Rabu, 24 Agustus 2022 | 12:38 WIB Sumber: Reuters
Militer AS Lakukan Serangan di Suriah Menargetkan Milisi Dukungan Iran

ILUSTRASI. Seorang penerjun payung Angkatan Darat AS dari Batalyon ke-2, Resimen Infantri Parasut ke-504, Tim Tempur Brigade ke-1, Divisi Lintas Udara ke-82, bersiap untuk berangkat ke Timur Tengah dari Fort Bragg, 4 Januari 2020. 


KONTAN.CO.ID -  WASHINGTON. Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan telah melakukan serangan udara pada Selasa di Deir al-Zor Suriah terhadap fasilitas yang digunakan oleh kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Korps Pengawal Revolusi (IRGC) elit Iran.

Serangan itu terjadi bahkan ketika Amerika Serikat bertujuan untuk menanggapi rancangan perjanjian yang diusulkan oleh Uni Eropa yang akan mengembalikan kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran yang ditinggalkan oleh mantan Presiden Donald Trump dan Presiden Joe Biden saat ini berusaha untuk menghidupkannya kembali.

Komando Pusat militer AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan semacam itu ditujukan untuk melindungi pasukan AS dari serangan oleh kelompok-kelompok yang didukung Iran.

Ini mengutip satu insiden seperti itu pada 15 Agustus, yang dilaporkan Reuters melibatkan serangan pesawat tak berawak ke kompleks yang dijalankan oleh koalisi dan pejuang oposisi Suriah yang didukung AS, tanpa korban.

Baca Juga: Jenderal Garda Revolusi Iran Dilaporkan Tewas Saat Menjalankan Misi di Suriah

"Presiden memberikan arahan untuk serangan ini," kata juru bicara Kolonel Angkatan Darat Joe Buccino.

Komando Pusat menyebut serangan itu sebagai "tindakan proporsional dan disengaja yang dimaksudkan untuk membatasi risiko eskalasi dan meminimalkan risiko korban."

Pernyataan tentang serangan AS hari Selasa tidak menyebutkan apakah ada korban dan tidak mengatakan apakah serangan udara itu dilakukan oleh pesawat berawak atau tak berawak.

Ini bukan pertama kalinya pesawat tempur AS menyerang pasukan yang didukung Iran di Irak dan Suriah. Amerika Serikat menyerang fasilitas operasional dan penyimpanan senjata di dua lokasi di Suriah dan satu di Irak pada Juni tahun lalu.

Pasukan AS pertama kali dikerahkan ke Suriah selama kampanye pemerintahan Obama melawan ISIS, bermitra dengan kelompok pimpinan Kurdi yang disebut Pasukan Demokrat Suriah. Ada sekitar 900 tentara AS di Suriah, kebanyakan dari mereka di timur.

Baca Juga: Rusia Mempertahankan Posisi sebagai Pemasok Minyak Terbesar China

Tapi milisi yang didukung Iran mendirikan pijakan di Suriah saat berperang untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad selama perang saudara Suriah.

Milisi yang didukung Iran sangat terkonsentrasi di sebelah barat Efrat di provinsi Deir al-Zor, di mana mereka mendapatkan pasokan dari Irak melalui penyeberangan perbatasan al-Bukamal.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru