kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.929   29,00   0,16%
  • IDX 6.307   -32,90   -0,52%
  • KOMPAS100 832   -7,12   -0,85%
  • LQ45 630   -6,31   -0,99%
  • ISSI 217   -0,96   -0,44%
  • IDX30 355   -3,23   -0,90%
  • IDXHIDIV20 440   -3,53   -0,80%
  • IDX80 95   -0,90   -0,94%
  • IDXV30 118   -0,55   -0,46%
  • IDXQ30 114   -1,04   -0,91%

Militer Ukraina Menyebut Rusia akan Segera Lakukan Perekrutan Tentara Besar-besaran


Selasa, 12 September 2023 / 06:12 WIB
ILUSTRASI. Tentara Ukraina dari menembakkan howitzer M119 di garis depan, dekat kota Bakhmut, Ukraina 10 Maret 2023.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - KYIV. Militer Ukraina mengatakan pada Senin (11/9) bahwa Rusia akan segera mengupayakan kampanye mobilisasi besar-besaran untuk merekrut ratusan ribu tentara dari dalam negeri dan dari kawasan Ukraina yang telah diduduki.

Melansir Reuters, Senin (11/9), staf umum Ukraina tidak dapat memberikan bukti untuk mendukung pernyataan tersebut. Sementara itu, para pejabat Rusia mengatakan tidak ada rencana untuk melakukan gelombang mobilisasi baru dan menyebut negaranya berfokus pada perekrutan tentara profesional.

"Mobilisasi paksa massal penduduk diperkirakan akan segera terjadi di Federasi Rusia dan wilayah-wilayah yang diduduki sementara di Ukraina karena kerugian besar yang dialami mereka," kata Staf Umum Ukraina dalam suatu pernyataan di medan perang.

Staf Umum Ukraina menyebut kampanye mobilisasi tersebut dapat menargetkan perekrutan 400.000 hingga 700.000 orang.

Baca Juga: Serangan Drone Ukraina ke Rusia Berlanjut, Kini Menuju Wilayah Belgorod

Dikatakan bahwa jumlah orang Rusia yang direkrut di Moskow dan Saint Petersburg akan minimal. Sedangkan perekrutan akan lebih banyak berasal dari daerah-daerah di luar dua kota besar Rusia tersebut.

Staf Umum Ukraina mengeluarkan pernyataan itu beberapa hari setelah seorang pejabat mata-mata senior militer Ukraina mengatakan bahwa ada 420.000 tentara Rusia yang saat ini berada di Ukraina.

Adapun Rusia dan Ukraina sama-sama menganggap kekalahan mereka di medan perang sebagai rahasia negara.

Pada bulan lalu, New York Times mengutip pernyataan pejabat AS yang tidak disebutkan namanya melaporkan bahwa hampir 500.000 tentara Ukraina dan Rusia telah terbunuh atau terluka dalam perang sejak invasi Rusia pada Februari 2022.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×