kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,15   -24,18   -2.48%
  • EMAS989.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Moderna Siap Merancang Vaksin untuk 15 Patogen Paling Mengancam di Masa Depan


Selasa, 08 Maret 2022 / 13:42 WIB
Moderna Siap Merancang Vaksin untuk 15 Patogen Paling Mengancam di Masa Depan
ILUSTRASI. Logo Moderna


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Moderna pada Senin (7/3) mengumumkan rencana merancang vaksin untuk melawan 15 patogen paling berbahaya di dunia. Langkah ini guna menghindari potensi pandemi penyakit baru di masa depan.

Dilansir dari Reuters, Moderna telah bekerjasama dengan mitranya dalam pembuatan vaksin terhadap beberapa dari 15 patogen. Di antaranya adalah penyebab penyakit chikungunya, demam berdarah Krimea-Kongo, dengue, ebola, malaria, marburg, demam lassa, MERS, dan Covid-19.

Presiden Moderna Stephen Hoge mengatakan, kolaborasinya akan termasuk dengan US National Institutes of Health untuk membuat vaksin virus nipah serta Gates Foundation dan International AIDS Vaccine Initiative untuk vaksin HIV.

Baca Juga: Kabar Buruk dari WHO: Sudah Ditemukan Varian Ketiga Omicron, Ini Gejalanya

Dalam sebuah konferensi pers virtual pada Senin (7/3), CEO Moderna Stephane Bancel menyebutkan, 15 patogen yang menjadi target perusahaan saat ini masih belum ditangani oleh banyak pembuat obat besar.

Bancel merasa, Moderna harus bertindak lebih cepat demi mencegah jutaan orang meninggal seperti pada pandemi Covid-19 yang berlangsung lebih dari dua tahun.

"Pandemi Covid-19 telah menewaskan enam juta orang di seluruh dunia dan membuat jutaan lainnya sakit, perlu ada perubahan. Terlalu banyak nyawa yang hilang dalam beberapa tahun terakhir," kata Bancel.

Menyediakan teknologinya secara luas

Sebagai bagian dari rencana menghadapi potensi pandemi di masa depan, Moderna bermaksud untuk membuat teknologinya tersedia untuk laboratorium penelitian akademis buat melakukan penelitian tentang penyakit dan vaksinnya.

Baca Juga: FAO, OIE, dan WHO: Penyebaran Corona pada Hewan Bisa Fasilitasi Varian Baru Muncul




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×