kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Morgan Stanley Tersandung Isu Banker Tanpa Lisensi di Hungaria


Selasa, 05 Mei 2026 / 09:22 WIB
Morgan Stanley Tersandung Isu Banker Tanpa Lisensi di Hungaria
ILUSTRASI. MORGAN STANLEY SHARES RISE (BLOOMBERG NEWS/Andrew Harrer)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Program investment banking milik Morgan Stanley di Budapest, Hungaria, dilaporkan tengah menjadi sorotan otoritas keuangan Amerika Serikat.

Mengutip laporan The Wall Street Journal yang dilansir Reuters Senin (4/5/2026), Financial Industry Regulatory Authority (Finra) telah membuka penyelidikan terkait dugaan keterlibatan banker junior tanpa lisensi yang menangani transaksi klien di AS dan Eropa.

Baca Juga: Menteri Perindustrian Korea Selatan Akan Bertemu Mendag Lutnick, Bahas Investasi AS

Penyelidikan ini bermula dari laporan seorang mantan karyawan yang bertindak sebagai whistleblower.

Ia menuding bahwa sejumlah banker dalam program tersebut tidak memiliki lisensi yang sesuai, serta adanya potensi pelanggaran aturan terkait perlindungan informasi rahasia klien dan transaksi.

Menurut sumber yang mengetahui perkara ini, Morgan Stanley merekrut para banker tersebut dari berbagai negara di Eropa sekitar dua tahun lalu sebagai bagian dari strategi relokasi pekerjaan ke luar negeri (offshoring) guna menekan biaya tenaga kerja.

Saat ini, penyelidikan masih berada pada tahap awal.

Baca Juga: Yen Stabil Selasa (5/5) Pagi, Dolar Menguat di Tengah Kekhawatiran Timur Tengah

Finra disebut tengah menggali informasi mengenai jenis pekerjaan yang dilakukan para banker di Budapest, tingkat interaksi mereka dengan klien, serta mekanisme pengawasan yang diterapkan oleh perusahaan.

Hingga saat ini, Reuters belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.

Pihak Morgan Stanley juga belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar, sementara Finra menolak berkomentar terkait proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Kasus ini menyoroti risiko tata kelola dalam praktik offshoring di industri jasa keuangan, khususnya terkait kepatuhan regulasi dan perlindungan data klien lintas yurisdiksi.


Tag


TERBARU

[X]
×