kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Mosialos: Hari ini, Yunani diharapkan sepakati pemerintahan baru


Minggu, 06 November 2011 / 17:04 WIB
Mosialos: Hari ini, Yunani diharapkan sepakati pemerintahan baru
ILUSTRASI. Promo Transmart Carrefour 18-22 Desember 2020 menawarkan produk-produk segar kebutuhan rumah tangga. Gerai Transmart di Transpark Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (20/12). KONTAN/Baihaki/20/12/2019


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

ATHENA. Juru bicara pemerintah Yunani Elias Mosialos menegaskan, agar para pemimpin Yunani menyepakati pembentukan pemerintah persatuan baru, pada hari ini.

"Di penghujung malam ini, kita harus sepakati pembentukan pemerintah baru. Itu sangat penting saat ini, dan selanjutnya besok menyepakati nama perdana menteri baru," kata Mosialos dalam pernyataan melalui stasiun pemerintah NET TV, hari ini.

Mosialos menyebut, semua partai politik harus memberikan suara dalam pembentukan pemerintah, sehingga merupakan perwakilan dari sistem politik. "Pemerintah baru tidak hanya mewakili dua partai utama, dan tentu saja mereka harus hadir," tukasnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Yunani George Papandreou usai bertemu Presiden Yunani Karolos Paloulias mengajukan perlunya pembentukan pemerintahan yang baru untuk mengatasi perpecahan di parlemen. Dia berharap pemerintahan baru fokus meratifikasi persetujuan yang telah dicapai para pemimpin Uni Eropa pada 27 Oktober 2011.

Persetujuan itu terdiri dari paket penawaran bantuan dan pengurangan utang dengan memangkas pengeluaran secara ekstrim. Sebelumnya, Papandreou khawatir, perbedaan pendapat di tubuh parlemen Yunani menimbulkan pandangan negara ini tidak serius untuk bertahan di dalam zona Euro.




TERBARU

[X]
×