Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan melantik Kevin Warsh sebagai ketua bank sentral AS atau Federal Reserve pada Jumat (22/5/2026) di Gedung Putih, menurut pernyataan pemerintahan Trump pada Kamis (21/5/2026).
Melansir Reuters, Warsh dikonfirmasi untuk jabatan tersebut melalui pemungutan suara yang nyaris sepenuhnya mengikuti garis partai pada 13 Mei.
Ia menggantikan Jerome H. Powell sebagai ketua bank sentral, meskipun Powell tetap akan berada di dewan gubernur hingga 2028.
Warsh, 56 tahun, akan menjabat selama empat tahun sebagai ketua The Fed dan 14 tahun sebagai gubernur bank sentral. Trump memilihnya sebagai benteng untuk mencegah kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Warsh selama ini dikenal mendukung penurunan suku bunga sambil memangkas neraca keuangan The Fed. Ia mulai menjabat ketika para gubernur bank sentral tengah mempertimbangkan kenaikan suku bunga guna menekan inflasi yang dipicu perang Trump dengan Iran.
Mayoritas pejabat pembuat kebijakan The Fed dalam rapat 28–29 April menilai bahwa “pengetatan kebijakan kemungkinan akan diperlukan” apabila inflasi tetap bertahan di atas target 2% bank sentral, berdasarkan risalah rapat yang dirilis Rabu lalu.
Baca Juga: Ketidakpastian Perang Iran Bikin Harga Emas Kokoh di Level Tinggi
Tabel: Profil Kevin Warsh sebagai Ketua Baru The Fed
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Nama | Kevin Warsh |
| Usia | 56 tahun |
| Jabatan Baru | Ketua Federal Reserve |
| Masa Jabatan Ketua | 4 tahun |
| Masa Jabatan Gubernur | 14 tahun |
| Pengganti | Jerome H. Powell |
| Sikap Kebijakan | Mendukung suku bunga lebih rendah |
| Fokus Tambahan | Pengurangan neraca The Fed |
Tonton: IHSG Jatuh Tajam! LQ45 Dipimpin Top Losers MEDC & BRPT
Tabel: Kondisi Ekonomi dan Kebijakan The Fed Saat Warsh Dilantik
| Faktor | Kondisi |
|---|---|
| Inflasi AS | Masih di atas target 2% |
| Sikap Mayoritas Pejabat The Fed | Cenderung mendukung pengetatan |
| Risiko Utama | Inflasi akibat konflik Iran |
| Arah Kebijakan Warsh | Cenderung dovish / pro penurunan suku bunga |
| Potensi Dampak Pasar | Volatilitas dolar AS dan pasar obligasi |













