kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Ukraina Ajukan Tambahan Bantuan Militer US$ 20 M dari Negara Sekutu untuk Lawan Rusia


Jumat, 12 Juni 2026 / 16:02 WIB
Ukraina Ajukan Tambahan Bantuan Militer US$ 20 M dari Negara Sekutu untuk Lawan Rusia
ILUSTRASI. Ukraina berencana minta US$ 20 miliar dari sekutu pekan depan. Dana ini krusial manfaatkan momentum perang 6-9 bulan ke depan. (Viacheslav Ratynskyi/NULL)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ukraina berencana mengajukan permintaan tambahan pendanaan militer sebesar US$ 20 miliar kepada negara-negara sekutunya dalam pertemuan pekan depan. Dana tersebut dinilai penting untuk mempertahankan dan memperkuat keunggulan yang saat ini mulai dimiliki Kyiv di medan perang melawan Rusia.

Seorang sumber pertahanan Ukraina mengatakan permintaan tersebut akan disampaikan pada Kamis (11/6) dalam pertemuan Ukraine Defense Contact Group, aliansi yang terdiri dari lebih dari 50 negara dan juga dikenal sebagai Kelompok Ramstein. Forum tersebut selama ini menjadi wadah koordinasi bantuan keuangan dan militer bagi Ukraina.

Menurut sumber tersebut, Ukraina melihat adanya peluang strategis dalam beberapa bulan ke depan yang perlu dimanfaatkan melalui percepatan dukungan dari negara-negara mitra.

"Kami memiliki jendela peluang selama enam hingga sembilan bulan di medan perang yang membutuhkan percepatan pendanaan secara mendesak," ujar sumber pertahanan Ukraina tersebut.

Baca Juga: Referendum Pembatasan Penduduk Ancam Daya Saing Ekonomi Swiss

Perkembangan di medan tempur menunjukkan laju kemajuan pasukan Rusia melambat sepanjang tahun ini dan bahkan nyaris terhenti pada bulan lalu. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh serangan drone jarak menengah Ukraina yang berhasil mengganggu jalur pasokan dan sistem logistik Rusia menuju garis depan.

Di sisi lain, serangan drone jarak jauh Ukraina juga disebut telah memberikan tekanan terhadap sektor energi Rusia.

Meski demikian, Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu menegaskan bahwa pasukan negaranya masih terus mengalami kemajuan di medan perang.

"Pasukan Rusia masih terus bergerak maju di medan perang setiap hari dan tidak ada risiko terhadap perekonomian Rusia," kata Putin, meski ia juga mengakui bahwa serangan Ukraina telah menimbulkan dampak terhadap negaranya.

Untuk mencapai target pendanaan sebesar US$ 20 miliar, sebagian negara sekutu akan diminta memberikan kontribusi antara US$ 2 miliar hingga US$ 6 miliar, baik dalam bentuk bantuan langsung maupun pinjaman.

Rencana permintaan tambahan dana tersebut sebelumnya juga telah dilaporkan oleh media Politico.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×