Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Kevin Warsh, sosok yang dipilih Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memimpin Bank Sentral AS alias Federal Reserve (The Fed), kini berada di dalam sorotan. Warsh diketahui memperoleh lebih dari US$ 1 juta sejak 2020 sebagai anggota dewan direksi Coupang, perusahaan e-commerce yang tengah menjadi pusat ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Warsh telah duduk di dewan direksi Coupang, perusahaan berbasis di Seattle sejak Oktober 2019. Sejak 2022, ia menerima kompensasi hampir US$ 325.000 per tahun dari perusahaan tersebut. Namun, posisi ini menjadi sensitif karena Coupang sedang diselidiki regulator Korea Selatan terkait kebocoran data besar-besaran.
Sejumlah investor asal AS menilai penyelidikan itu bersifat diskriminatif terhadap perusahaan Amerika dan mendesak pemerintahan Trump untuk turun tangan. Isu ini bahkan telah dibahas dalam pertemuan antara Wakil Presiden AS JD Vance dan Perdana Menteri Korea Selatan Kim Min-seok pekan lalu.
Baca Juga: Donald Trump Menunjuk Kevin Warsh sebagai Calon Ketua Federal Reserve Selanjutnya
Ketegangan kian meningkat setelah Presiden Trump mengumumkan kenaikan tajam tarif impor AS terhadap mobil dan produk Korea Selatan lainnya dari 15% menjadi 25%. Trump menilai Seoul tidak memenuhi komitmen dalam perjanjian dagang yang disepakati tahun lalu. Delegasi Korea Selatan kini berada di Washington untuk merundingkan ulang kesepakatan tersebut, namun hingga kini belum membuahkan hasil.
Warsh (55) bukan nama baru di dunia kebijakan moneter. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur The Fed pada 2006–2011 dan saat ini mengajar di Universitas Stanford.
Namun, Undang-Undang Federal Reserve secara tegas menyatakan bahwa anggota Dewan Gubernur The Fed dilarang memiliki pekerjaan lain dan harus mencurahkan seluruh waktunya untuk tugas bank sentral. Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan komentar apakah Warsh akan diwajibkan melepas kepemilikan atau jabatannya di perusahaan swasta jika resmi menjabat.
Warsh juga belum merespons pertanyaan terkait rencana kepatuhannya terhadap aturan tersebut. Pihak Federal Reserve pun belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Aturan internal The Fed melarang pejabatnya memiliki jabatan atau saham di bank maupun lembaga keuangan, serta membatasi transaksi saham individu dan instrumen derivatif—aturan yang diperketat setelah skandal perdagangan beberapa tahun lalu yang memicu pengunduran diri dua presiden bank sentral regional. Pejabat baru diberi waktu enam bulan sejak menjabat untuk menyesuaikan diri dengan aturan ini.
Selain Coupang, Warsh juga tercatat sebagai anggota dewan direksi UPS sejak 2012, dengan kompensasi tahunan antara US$285.000 hingga US$305.000 sepanjang 2021–2024.
Baca Juga: Trump Siap Umumkan Pengganti Jerome Powell, Kevin Warsh Kandidat Kuat Ketua The Fed











