kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Trump Siap Umumkan Pengganti Jerome Powell, Kevin Warsh Kandidat Kuat Ketua The Fed


Jumat, 30 Januari 2026 / 18:32 WIB
Trump Siap Umumkan Pengganti Jerome Powell, Kevin Warsh Kandidat Kuat Ketua The Fed
ILUSTRASI. Trump segera umumkan Ketua The Fed baru. Kandidat Warsh pro suku bunga rendah. Ketahui dampak kebijakan ini pada investasi Anda! (REUTERS/Aaron Schwartz)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan mengumumkan sosok pengganti Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell pada Jumat pagi waktu setempat, setelah sehari sebelumnya menggelar pertemuan di Gedung Putih dengan mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh.

Trump menyampaikan kepada wartawan di Kennedy Center pada Kamis bahwa ia akan mengumumkan pilihannya keesokan paginya. “Seseorang yang sebenarnya bisa saja sudah ada di posisi itu beberapa tahun lalu. Saya pikir ini akan menjadi pilihan yang sangat baik,” ujar Trump.

Sumber yang mengetahui pertemuan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Warsh, 55 tahun, hadir di Gedung Putih untuk bertemu langsung dengan Trump.

Trump Ingin Ketua The Fed yang Mendukung Suku Bunga Rendah

Pada masa jabatan pertamanya, Trump sempat mengabaikan Warsh dan memilih Jerome Powell sebagai Ketua The Fed. Namun, Trump kemudian menyesali keputusan itu ketika Powell tidak memangkas suku bunga secepat dan sedalam yang diinginkan Trump.

Baca Juga: Kilau Emas Meredup Seiring Spekulasi Pemilihan Ketua The Fed tabf Lebih Hawkish

Dalam proses pemilihan kali ini, dukungan terhadap suku bunga rendah menjadi salah satu kriteria utama Trump. Warsh, bersama tiga kandidat lain yang disebut sebagai finalis, secara terbuka menyatakan bahwa The Fed seharusnya memangkas suku bunga lebih agresif dibandingkan kebijakan saat ini.

Nominasi pengganti Powell, yang tetap harus mendapatkan persetujuan Senat AS, muncul di tengah upaya presiden yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mempengaruhi arah kebijakan bank sentral.

Secara tradisional, independensi bank sentral dari tekanan politik dianggap krusial dalam menjaga efektivitas kebijakan pengendalian inflasi.

Tekanan Politik terhadap The Fed

Upaya Trump untuk mempengaruhi The Fed termasuk langkah hukum untuk memberhentikan Gubernur The Fed Lisa Cook, yang kini kasusnya tengah diproses di Mahkamah Agung AS. Selain itu, Departemen Kehakiman AS juga melakukan penyelidikan terhadap Powell, yang menurut Powell merupakan bagian dari upaya luas pemerintahan untuk mengintimidasi bank sentral.

Masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed berakhir pada Mei mendatang. Powell belum menyatakan apakah ia akan tetap bertahan sebagai anggota Dewan Gubernur, langkah yang tidak lazim namun dapat menghambat Trump dalam mengisi kursi kosong baru di The Fed.

Masa jabatan Powell sebagai anggota Dewan Gubernur sendiri baru akan berakhir pada 2028.

Jadwal Gedung Putih Tidak Cantumkan Pengumuman

Meski Trump menyatakan akan mengumumkan pilihannya pada Jumat, jadwal resmi Gedung Putih tidak secara eksplisit mencantumkan agenda tersebut. Agenda presiden hanya menunjukkan sesi penandatanganan perintah eksekutif pada pagi hari dan rapat kebijakan pada sore hari.

Sementara itu, Senator Partai Republik Thom Tillis dari Carolina Utara mengancam akan memblokir setiap nominasi pejabat The Fed sampai penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap Powell diselesaikan.

Baca Juga: Trump Siapkan Kevin Warsh sebagai Calon Ketua The Fed Pengganti Powell

Sorotan Tajam terhadap Kevin Warsh

Warsh bukan sosok asing di lingkungan The Fed. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur The Fed periode 2006–2011 dan menjadi penghubung utama Ketua The Fed saat itu, Ben Bernanke, dengan Wall Street selama krisis keuangan 2008.

Dalam beberapa bulan terakhir, Warsh secara terbuka menyatakan bahwa Trump benar dalam menekan The Fed untuk memangkas suku bunga secara signifikan. Ia juga mengkritik The Fed karena dinilai meremehkan potensi penurunan inflasi yang didorong oleh lonjakan produktivitas akibat kecerdasan buatan (AI).

Dengan latar belakang kuat di Wall Street, termasuk sebagai mitra dalam pengelolaan kekayaan investor besar Stanley Druckenmiller, serta hubungan keluarga dengan pendukung utama Trump, Ron Lauder, Warsh diperkirakan akan berada di bawah pengawasan ketat untuk membuktikan independensinya dari presiden.

Meski bukan bagian dari lingkar dalam Gedung Putih, Warsh dikenal sebagai orang dekat Trump dan beberapa kali menjadi tamu di kediaman Trump di Florida. Ia diperkirakan akan mendorong prioritas kebijakan Trump sebagai “ketua bayangan” The Fed hingga masa jabatan Powell berakhir pada pertengahan Mei.

Gagasan Reformasi Besar The Fed

Warsh, seorang pengacara dan peneliti tamu terkemuka di Hoover Institution, Universitas Stanford, menyerukan perombakan besar di tubuh The Fed, termasuk penyusutan neraca (balance sheet) dan pelonggaran regulasi perbankan.

Menurut Warsh, penyusutan neraca akan memungkinkan The Fed “mendistribusikan ulang” likuiditas berlebih di pasar keuangan ke ekonomi riil melalui penurunan suku bunga acuan.

Baca Juga: Jelang Pengumuman Bos The Fed, Muncul Satu Nama Kandidat Kuat Pilihan Trump

Namun, gagasan tersebut belum mendapat dukungan di internal The Fed saat ini. The Fed memangkas suku bunga tiga kali pada 2025, tetapi pada pekan ini kembali mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75% serta mengindikasikan belum terburu-buru untuk menurunkannya lagi.

Selain itu, bank sentral juga baru-baru ini menghentikan kebijakan penyusutan neraca sesuai strategi menjaga cadangan perbankan tetap besar demi pengendalian suku bunga yang lebih efektif.

Kandidat Lain Ketua The Fed

Selain Warsh, sejumlah nama lain juga masuk dalam daftar kandidat Ketua The Fed, di antaranya:

  • Rick Rieder, Chief Investment Officer divisi pendapatan tetap global BlackRock

  • Christopher Waller, Gubernur The Fed yang termasuk dua pejabat yang berbeda pendapat saat keputusan suku bunga pekan ini

  • Kevin Hassett, penasihat ekonomi Gedung Putih yang dikenal vokal mendukung kebijakan kontroversial Trump, termasuk tarif tinggi dan pengetatan imigrasi

Keputusan Trump mengenai Ketua The Fed berikutnya diperkirakan akan menjadi salah satu keputusan ekonomi paling krusial, mengingat dampaknya terhadap arah kebijakan moneter AS, inflasi global, serta stabilitas pasar keuangan internasional.

Selanjutnya: Bitcoin Ambles Hampir 6%, Sinyal Bearish atau Volatilitas Jangka Pendek?

Menarik Dibaca: Bitcoin Ambles Hampir 6%, Sinyal Bearish atau Volatilitas Jangka Pendek?




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×