Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan tengah menyiapkan mantan Gubernur Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh sebagai calon kuat ketua bank sentral Amerika Serikat berikutnya.
Informasi ini dilaporkan Bloomberg News, mengutip sumber yang mengetahui proses tersebut.
Spekulasi soal pengganti Jerome Powell kian menguat setelah Trump menyatakan akan mengumumkan calon Ketua The Fed pada Jumat pagi waktu setempat.
Pernyataan itu disampaikan Trump di Kennedy Center, Kamis (29/1), setelah sebelumnya ia sempat mengatakan pengumuman akan dilakukan pekan depan dalam rapat kabinet pertamanya di 2026.
Baca Juga: Harga Emas Terbang Tinggi, Tapi Bos The Fed Bilang Tak Perlu Heboh
Masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed berakhir pada Mei mendatang. Namun, tekanan politik dari pemerintahan Trump, termasuk penyelidikan Departemen Kehakiman terkait pembengkakan biaya renovasi gedung The Fed, memunculkan kemungkinan Powell tetap bertahan sebagai anggota Dewan Gubernur hingga masa jabatannya berakhir pada 2028.
Di sisi kebijakan, Trump kembali mendesak The Fed memangkas suku bunga secara agresif. Bank sentral AS sendiri telah memangkas suku bunga tiga kali sepanjang 2025, tetapi dalam rapat terakhirnya pekan ini memutuskan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%.
Trump menilai suku bunga seharusnya dua hingga tiga poin persentase lebih rendah, level yang biasanya mencerminkan ekonomi yang melemah. Padahal, data Departemen Perdagangan menunjukkan ekonomi AS tumbuh solid 4,4% secara tahunan pada kuartal III.
Dalam proses pencarian pengganti Powell yang berlangsung berbulan-bulan, Trump kerap berganti-ganti preferensi kandidat, seiring upayanya meningkatkan pengaruh terhadap The Fed yang selama ini dijaga independensinya dari tekanan politik.
Baca Juga: Drama Trump vs Powell: The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga di Tengah Krisis Politik
Bahkan, Trump sempat berupaya memberhentikan seorang gubernur The Fed dalam kasus yang kini bergulir di Mahkamah Agung, serta mendukung penyelidikan pidana terhadap Powell,langkah yang disebut Powell sebagai dalih untuk menekan kebijakan moneter.
Kini, kandidat Ketua The Fed mengerucut menjadi empat nama, dengan satu kriteria utama: sepakat bahwa suku bunga perlu diturunkan. Kevin Warsh muncul sebagai favorit teratas di pasar prediksi, dengan peluang lebih dari 80% menurut Polymarket dan Kalshi.
Warsh dikenal mendorong perubahan rezim di bank sentral dan menginginkan neraca The Fed yang lebih kecil, pandangan yang sebagian dinilai berseberangan dengan preferensi Trump terhadap kebijakan moneter longgar.
Trump hampir memilih Warsh pada 2018, sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Powell, keputusan yang kemudian kerap ia sesali secara terbuka.
Selain Warsh, nama Rick Rieder, CIO pendapatan tetap global BlackRock, sempat menjadi favorit. Rieder, yang belum pernah bekerja di pemerintahan maupun The Fed, dipandang sebagai sosok segar bagi institusi yang kerap dituduh Trump sarat bias politik.
Baca Juga: Siapa Ketua The Fed Berikutnya? Ini 3 Kandidat Pilihan Trump
Nama lain yang masuk bursa adalah Gubernur The Fed Christopher Waller, salah satu dari dua pembuat kebijakan yang menentang keputusan menahan suku bunga pekan ini. Waller dikenal sebagai tokoh awal yang mendorong penurunan suku bunga, dengan argumen bahwa tarif tidak akan memicu inflasi dan ekonomi membutuhkan stimulus tambahan.
Sementara itu, penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett yang sempat digadang-gadang sebagai kandidat kuat kini diperkirakan tersingkir, setelah Trump menyatakan ingin mempertahankannya di posisinya saat ini. Hassett dikenal sebagai pendukung kebijakan ekonomi Trump, termasuk tarif tinggi dan pengetatan imigrasi.
Dengan pengumuman yang kian dekat, pasar kini menanti siapa sosok yang akan memimpin The Fed berikutnya, di tengah ketegangan antara independensi bank sentral dan tekanan politik dari Gedung Putih.













