kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Muncul kluster baru COVID-19, Beijing lockdown perumahan dan perkantoran


Kamis, 11 November 2021 / 19:19 WIB
Muncul kluster baru COVID-19, Beijing lockdown perumahan dan perkantoran
ILUSTRASI. Seorang penjaga keamanan berdiri di dekat kode QR untuk memeriksa status kesehatan orang-orang, di pintu masuk Kota Terlarang di Beijing, China, Minggu (7/11/2021), di tengah wabah baru COVID-19. REUTERS/Tingshu Wang.


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pihak berwenang Beijing menutup sebuah mal dan mengunci beberapa kompleks perumahan, ketika wabah terbaru COVID-19 menyebar ke distrik di pusat ibu kota China.

China sebagian besar telah mengekang penyebaran luas virus corona baru melalui penguncian cepat, pengujian massal, dan pembatasan perjalanan. 

Tetapi, pihak berwenang dalam siaga tinggi saat ini setelah lonjakan kasus COVID-19 nasional terkait dengan perjalanan domestik dalam sebulan terakhir.

Enam kasus baru COVID-19 ditemukan di Distrik Chaoyang dan Haidian di pusat kota Beijing pada Kamis (11/11), media lokal melaporkan, seperti dikutip Channel News Asia.

Baca Juga: China warning warga: Waspada penyebaran Covid-19 dari paket di hari belanja 11.11

Mal Raffles City di Dongcheng, terletak di pusat ibu kota, ditutup pada Rabu (10/11) malam, setelah kontak dekat seseorang dengan COVID-19 diketahui telah mengunjungi mal, laporan Beijing Youth Daily menyebutkan.

Pintu keluar mal ditutup, dan semua pekerja dan pengunjung yang sedang berada di dalam tidak diizinkan pergi sampai mereka menjalani tes COVID-19.

Video yang dibagikan di platform media sosial Weibo menunjukkan kerumunan pengunjung bermasker mengantre untuk dites COVID-19 di dalam pusat perbelanjaan. Mal tetap tutup pada Kamis (11/11).

Lonjakan kasus terbaru terjadi selama pertemuan tingkat tinggi para pemimpin Partai Komunis di Beijing.

Baca Juga: Begini strategi perang rakyat lawan COVID-19 di kota di China ini

Pejabat kesehatan Beijing mengatakan, lebih dari 280 kontak dekat telah diidentifikasi, dengan hampir 12.000 orang di-skrining di Distrik Chaoyang dan Haidian.

"Wabah kluster ini tiba-tiba dengan banyak tempat meliputi area yang luas. Ini melibatkan banyak orang, dan pencegahan dan pengendaliannya sangat sulit," kata juru bicara Pemerintah Beijing Xu Hejian.

"Hari ini adalah hari yang penting dan perlu untuk melacak sumber wabah sesegera mungkin," sebutnya, seperti dilansir Channel News Asia.

Lima komunitas perumahan, sebuah sekolah dasar, dan dua kompleks perkantoran ditempatkan di bawah penguncian pada Kamis pagi, dengan puluhan ribu penduduk dilarang pergi dan menjalani pengujian massal.

Siaran langsung di media lokal dari daerah-daerah yang lockdown menunjukkan orang-orang dengan pakaian hazmat menumpuk boks-boks makanan untuk penduduk yang ada di kompleks yang terkunci.

Selanjutnya: WHO sebut, varian Delta sekarang kuasai kasus COVID-19 global




TERBARU

[X]
×