kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Murdoch Ingin Akuisisi TV Berbayar Terbesar di Inggris


Selasa, 15 Juni 2010 / 15:34 WIB


Sumber: BLOOMBERG | Editor: Test Test

LONDON. Raja media Rupert Murdoch, Selasa (15/6), menyatakan bahwa perusahaannya, News Corp, tengah membuat tawaran untuk mengambil kontrol penuh alias mengakuisisi Sky Broadcasting Plc (BSkyB). BSkyB adalah perusahaan televisi berbayar terbesar di Inggris.

Sayangnya, manajemen BSkyB menolak tawaran Murdoch senilai 700 pence per saham. Manajemen News Corp yang berbasis di New York mengatakan ingin mengambil alih 61% saham BSkyB. Dalam hitungan News Corp, BSkyB hanya mencerminkan nilai £ 7,8 miliar atau US$ 11,5 miliar. Padahal, BSkyB memiliki nilai pasar sebesar £ 10,5 miliar. Sekedar tahu, BSkyB adalah televisi berbayar (pay TV) terbesar di Inggris.

Richard Greenfield, analis BTIG LLC dalam pernyataan tertulisnya menilai, News Corp mampu meningkatkan laba dan arus kas bebas BSkyB bila nantinya dikendalikan penuh oleh News Corp. Kemarin, saham BSkyB naik 14 sen ke 600,5 pence di bursa London. Angka itu telah naik 6,9% sepanjang tahun ini (ytd).

Sebaliknya, saham News Corp turun 25 sen menjadi US$ 13,12 di perdagangan Nasdaq Stock Market atau terkoreksi 4,2% di tahun ini.




TERBARU

[X]
×