Myanmar Akan Mengimpor Minyak dari Rusia

Kamis, 18 Agustus 2022 | 14:58 WIB Sumber: Reuters
Myanmar Akan Mengimpor Minyak dari Rusia

ILUSTRASI. Myanmar yang dikuasai militer berencana mengimpor bensin dan bahan bakar minyak Rusia. REUTERS/Sergei Karpukhin/Files TPX IMAGES OF THE DAY

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Myanmar yang dikuasai militer berencana mengimpor bensin dan bahan bakar minyak Rusia untuk meredakan kekhawatiran pasokan dan kenaikan harga, kata juru bicara junta.

Negara Asia Tenggara itu telah memelihara hubungan persahabatan dengan Rusia, bahkan ketika keduanya tetap berada di bawah serangkaian sanksi dari negara-negara Barat, Myanmar atas kudeta militer yang menggulingkan pemerintah terpilih tahun lalu, dan Rusia atas invasinya ke Ukraina, yang disebutnya sebagai "operasi militer khusus".

Rusia sedang mencari pelanggan baru untuk energinya di kawasan itu karena tujuan ekspor terbesarnya, Eropa, akan memberlakukan embargo terhadap minyak Rusia secara bertahap akhir tahun ini.

Baca Juga: Junta Militer Myanmar Tak Terima Dikucilkan dari Pertemuan Regional di Asean

"Kami telah menerima izin untuk mengimpor minyak dari Rusia," kata juru bicara militer Zaw Min Tun dalam konferensi pers pada hari Rabu, menambahkan bahwa itu disukai karena "kualitas dan biaya rendah".

Pengiriman bahan bakar minyak akan mulai tiba dari September, menurut media. Zaw Min Tun mengatakan kepala junta Min Aung Hlaing membahas minyak dan gas selama perjalanan ke Rusia bulan lalu. Myanmar sekarang mengimpor bahan bakarnya melalui Singapura. Myanmar akan mempertimbangkan eksplorasi minyak bersama di Myanmar dengan Rusia dan China, katanya.

Militer telah membentuk Komite Pembelian Minyak Rusia yang dipimpin oleh sekutu dekat Min Aung Hlaing untuk mengawasi pembelian, impor, dan pengangkutan bahan bakar dengan harga yang wajar berdasarkan kebutuhan Myanmar, menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan di sebuah surat kabar pemerintah pada hari Rabu.

Baca Juga: Sejarah Singkat Berdirinya ASEAN, Tujuan, Negara Anggota, dan Karakteristiknya

Selain gejolak politik dan kerusuhan sipil, Myanmar telah terpukul keras oleh harga bahan bakar yang tinggi dan pemadaman listrik, mendorong kepemimpinan militernya untuk beralih ke impor bahan bakar minyak yang dapat digunakan di pembangkit listrik.

Harga bensin telah melonjak sekitar 350% sejak kudeta pada Februari tahun lalu menjadi 2.300-2.700 kyat (sekitar $1) per liter. Dalam seminggu terakhir, pompa bensin telah ditutup di berbagai bagian negara itu karena kekurangan, menurut laporan media. Rusia juga merupakan pemasok utama senjata bagi militer Myanmar.

Editor: Handoyo .

Terbaru