CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Naik Dua Kali Lipat Dalam Sepekan, Varian Omicron Dominasi Kasus di Korea Selatan


Senin, 24 Januari 2022 / 10:35 WIB
Naik Dua Kali Lipat Dalam Sepekan, Varian Omicron Dominasi Kasus di Korea Selatan
ILUSTRASI. Senin (24/1), Korea Selatan laporkan 7.513 infeksi Covid-19 baru, naik dua kali lipat dari pekan lalu


Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kasus virus corona harian di Korea Selatan tetap bertahan di atas 7.000 untuk hari ketiga berturut-turut pada laporan hari ini. Kekhawatiran kian meningkat terkait varian Omicron yang menyebar cepat, telah menjadi jenis dominan di Korea Selatan.

Senin (24/1), Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan, 7.513 infeksi Covid-19 baru, termasuk 7.159 infeksi lokal. Jumlah itu membuat total beban kasus Covid-19 di Korea Selatan menjadi 741.413 kasus.

Penghitungan terakhir ini hampir dua kali lipat dari laporan 3.857 kasus di Senin (17/1). Ini menandai angka harian terbesar keempat sejak pandemi dimulai dua tahun lalu dan terbesar yang tercatat untuk hari Senin. Rekor tertinggi hingga saat ini adalah 7.848 kasus yang dicetak pada 15 Desember.

Penghitungan infeksi harian cenderung melambat pada hari Senin, karena lebih sedikit tes yang dilakukan pada akhir pekan. Namun, penyebaran cepat varian Omicron tampaknya mematahkan tren tersebut.

Baca Juga: Waduh, Singapura Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat Omicron

Pemerintah mengatakan varian Omicron sekarang menjadi strain virus corona yang dominan di Korea Selatan. Hal ini berdasarkan tingkat deteksinya yang mencapai 50,3% pada pekan lalu.

Korea Selatan menambahkan 4.830 kasus lebih banyak untuk varian Omicron selama seminggu terakhir, sehingga totalnya menjadi 9.860, kata KCDA.

"Rata-rata harian pasien yang dikonfirmasi mencapai 5.962 di minggu lalu, meningkat 50% dari minggu sebelumnya, karena Omicron yang sangat mudah menular," kata Menteri Dalam Negeri Jeon Hae-cheol pada pertemuan tanggapan pemerintah.

"Kami akan bekerja keras untuk merespons secara efektif daerah-daerah yang memiliki Omicron, sambil dengan cepat menerapkan sistem medis yang berpusat pada institusi medis umum," tambah Jeon.

Jumlah kematian akibat Covid-19 mencapai 6.565 pada hari Senin, naik 25 dari hari Minggu. Tingkat kematian akibat Covid-19 di Korea Selatan mencapai 0,89%.

Jumlah pasien Covid-19 yang sakit kritis mencapai 418, turun 13 dari hari Minggu.

Sistem respons medis baru diharapkan fokus pada deteksi dan pengobatan virus dini untuk kelompok berisiko tinggi, seperti orang tua dan mereka yang memiliki penyakit bawaan.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Korea Selatan Kembali Tembus 7.000, Pertama Kali Sejak Desember

Orang-orang dalam kelompok berisiko rendah akan mengambil tes antigen cepat di stasiun pengujian. Sedangkan polymerase chain reaction (PCR) akan dilakukan pada kelompok berisiko tinggi.

Masa karantina mandiri untuk pasien juga akan dipersingkat menjadi tujuh hari dari 10 hari yang diwajibkan saat ini.

Pemerintah akan mengadopsi sistem respons medis baru mulai Rabu (26/1). Pertama akan dilakukan di bagian barat daya negara itu dan Provinsi Gyeonggi dekat Seoul, di mana varian Omicron menyebar dengan cepat, sebelum memutuskan kapan menerapkan sistem respons Omicron baru secara nasional.

Dari kasus yang ditularkan secara lokal, Seoul melaporkan 1.626 kasus Covid-19 baru, Provinsi Gyeonggi yang berada di sekitarnya menambahkan 2.391, dan kota Incheon melaporkan 552.

Jumlah kasus yang diimpor mencapai 354, sehingga total menjadi 23.753.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×