kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Nasib Opel di Jerman Masih di Ujung Tanduk


Senin, 23 Februari 2009 / 12:02 WIB
Nasib Opel di Jerman Masih di Ujung Tanduk


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BERLIN. Nasib bisnis unit General Motors Corp, Opel, yang berbasis di Jerman berada di ujung tanduk. Terkait hal tersebut, Menteri perekonomian Jerman yang baru, Karl-Theodorzu Gutten, mengatakan, dirinya dan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) berencana mengadakan pertemuan informal yang khusus penyelamatan Opel.

Mengutip berita yang dirilis di harian Bild am Sonntag, Guttenberg bilang, dia sudah mengontak Timothy Geithner di Washington tentang pertemuan tersebut.

“Saya akan memanfaatkan kunjungan pertama saya ke AS pada bulan Maret untuk mengadakan pertemuan lebih dalam mengenai masalah ini,” kata Guttenberg seperti yang ditulis Bild am Sonntag.

Sebelumnya, pada Jumat (20/2) lalu, manajemen direksi Opel mengatakan pihaknya membutuhkan tambahan dana sebesar 3,3 miliar euro atau US$ 4,2 miliar agar dapat bertahan di tengah krisis perekonomian global. Sebenarnya, pihak Opel sudah mengajukan untuk meminta bantuan dari pemerintah. Namun, Pemerintah Jerman memaksa, bahwa induk perusahaan GM harus mengajukan proposal rencana bisnis untuk dijalankan.

Catatan saja, Opel memiliki pekerja sekitar 25.000 orang di Jerman. Selain itu, Opel juga memiliki pabrik di Belgia, Polandia, Portugal dan Inggris. Saat ini, Opel merupakan brand mobil ketiga terpopuler di Jerman setelah Volkswagen dan Mercedes-Benz.



Survei KG Media

Berita Terkait


TERBARU

[X]
×