kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,93   0,00   -0.00%
  • EMAS932.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.14%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Negara Asia Pasifik makin ramai buka perjalanan internasional


Minggu, 17 Oktober 2021 / 14:46 WIB
Negara Asia Pasifik makin ramai buka perjalanan internasional
ILUSTRASI. Antrean panjang penumpang terlihat di Bandara Dalam Negeri Sydney, Australia , Jumat (18/12/2020). REUTERS/AAP Image/Dean Lewins

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Pembatasan perbatasan terlama dan terberat di dunia akhirnya di longgarkan. Negara-negara Asia-Pasifik mengambil langkah paling tegas menuju pembukaan kembali perjalanan internasional dalam beberapa hari terakhir. 

Pemerintah di beberapa negara telah mengumumkan serangkaian rencana untuk menyambut kedatangan turis mancanegara yang sudah divaksin secara drastis di kota-kota pusat pariwisata mulai dari Singapura, Sydney, Bali hingga Bangkok. Negara-negara ini akan sepenuhnya menghapus persyaratan karantina yang sudah diterapkan selama pandemi Covid-19. 

Untuk tempat-tempat ini, pelonggaran merupakan perubahan signifikan menuju pembukaan seperti musim liburan akhir tahun tradisional mendekat.

Sydney, New South Wales terbuka untuk bisnis bagi orang-orang yang sudah divaksinasi hingga dosis kedua dari seluruh dunia,” kata Perdana Menteri negara bagian Dominic Perrottet seperti dikutip Bloomberg, Jumat (15/10).

Baca Juga: Pekerja film AS capai kesepakatan soal perburuhan dengan studio-studio Hollywood

Negara bagian dengan populasi terpadat di Australia itu mengumumkan akan membebaskan karantina 14 hari untuk pelancong mulai November -- meskipun pemerintah federal kemudian mengklarifikasi bahwa itu akan terbatas pada penduduk. 

Karantina yang panjang bagi para pelancong merupakan kebijakan untuk menekan kasus Covid-19 di kawasan Asia-Pasifik. Karantina berlangsung 21 hari bagi pelancong dari luar negeri. Ketika varian delta muncul, strategi tersebut membantu tempat-tempat seperti China, Hong Kong, Australia, Selandia Baru, dan Singapura.

Untuk negara-negara seperti Thailand dan Malaysia, karantina semacam itu membantu mencegah kasus Covid-19 untuk sementara waktu. Tetapi aturan ketat itu membuat kawasan itu tertinggal ketika seluruh dunia mulai dibuka kembali beberapa bulan yang lalu.

Langkah New South Wales mengikuti pengumuman oleh Thailand, Indonesia, Malaysia dan Singapura pada awal bulan untuk menghapus pembatasan siapa yang bisa masuk atau melonggarkan aturan masuk.

Singapura dalam seminggu terakhir mengumumkan perjalanan bebas karantina untuk pelancong yang divaksinasi dari negara-negara di Eropa, Asia dan AS, dan telah mengisyaratkan lebih banyak tempat akan ditambahkan. Perjalanan, transportasi, dan perdagangan sangat penting bagi kota ini, pusat keuangan global, dan pintu gerbang ke seluruh Asia.

Baca Juga: Imbas kasus Evergrade, perusahaan properti China minta pelonggaran kebijakan

Awal pekan ini, pemerintah Thailand mengatakan akan menghapus karantina untuk pelancong yang divaksinasi dari lima negara berisiko rendah termasuk AS, Cina, dan Inggris mulai November. Jumlah negara akan terus ditambah secara bertahap karena negara itu berusaha untuk menghidupkan kembali ekonomi yang bergantung pada pariwisata. 

Indonesia juga dibuka kembali sehingga memungkinkan pengunjung yang diinokulasi dari lebih banyak negara untuk masuk dan memberlakukan periode karantina yang lebih pendek. Negara ini membuka kembali tempat wisata Bali, serta pulau Batam dan Bintan untuk pengunjung asing minggu ini.

Selanjutnya: Ekonominya terus tumbuh, Bank Dunia berharap China menyumbang lebih banyak ke IDA

 




TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×