kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Negara Islam-Khorasan klaim sebagai pelaku serangan roket di bandara Kabul


Senin, 30 Agustus 2021 / 23:20 WIB


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Kelompok Negara Islam-Khorasan mengklaim sebagai pelaku serangan roket di bandara Kabul, Afghanistan, pada Senin (30 Agustus).

"Tentara kekhalifahan menargetkan bandara internasional Kabul dengan enam roket," kata Kelompok Negara Islam-Khorasan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.

Seorang pejabat AS mengatakan sebelumnya, pertahanan anti-rudal Amerika Serikat berhasil mencegat lima roket yang ditembakkan ke bandara Kabul pada Senin pagi.

Serangan roket itu terjadi ketika AS bergegas untuk menyelesaikan penarikan pasukannya dari Afghanistan untuk mengakhiri perang terpanjangnya.

Baca Juga: Pertahanan rudal AS cegat 5 roket yang ditembakkan ke bandara Kabul

Setelah mengevakuasi sekitar 114.400 orang, termasuk warga negara asing dan Afghanistan yang dianggap "berisiko", AS dan sekutu akan menyelesaikan penarikan pasukan pada Selasa (31 Agustus).

Jumlah tentara AS di bandara Kabul telah turun di bawah 4.000 selama akhir pekan, karena keberangkatan menjadi lebih mendesak setelah serangan bom bunuh diri ISIS pada Kamis menewaskan puluhan warga Afghanistan dan 13 tentara Amerika.

Media Afghanistan menyebutkan, serangan roket Senin diluncurkan dari belakang kendaraan. Kantor berita Pajhwok melaporkan, beberapa roket menghantam berbagai bagian ibu kota Afghanistan.

Laporan awal tidak menunjukkan ada korban warga Amerika dari serangan roket terbaru, pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada Reuters.

Selanjutnya: Proses penarikan pasukan AS di Afghanistan terganggu serangan roket




TERBARU

[X]
×