kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Negosiasi Perdamaian AS-Iran di Swiss Batal, Harga Minyak Kembali Memanas


Jumat, 19 Juni 2026 / 14:59 WIB
Negosiasi Perdamaian AS-Iran di Swiss Batal, Harga Minyak Kembali Memanas
ILUSTRASI. Harga minyak mentah dunia naik pada karena prospek gencatan senjata yang langgeng antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi kabur  (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Harga minyak mentah dunia naik pada Jumat (19/6/2026), karena prospek gencatan senjata yang langgeng antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi kabur setelah pembicaraan damai di Swiss dibatalkan. Tambah lagi, setelah Israel meningkatkan serangan terhadap Lebanon.

Pada pukul 0645 GMT, Jumat (19/6/2026), harga minyak mentah Brent berjangka naik 51 sen, atau 0,64%, menjadi US$ 80,36 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak bulan Jui 2026 naik US$ 1,28, atau 1,7%, menjadi US$ 77,88 per barel. Meski naik, kedua kontrak harga minyak tersebut menuju penurunan mingguan sekitar 8%.

Sementara, kontrak WTI Agustus yang lebih aktif diperdagangkan naik 59 sen menjadi US$ 76,44 per barel.

Baca Juga: Yen Makin Loyo Terhadap Dolar AS, Dekati Level Terendah dalam 40 Tahun

Swiss menyebutkan, pembicaraan AS dengan para negosiator Iran mengenai pakta untuk mengakhiri konflik Timur Tengah tidak akan berlangsung pada hari Jumat, karena Wakil Presiden JD Vance membatalkan rencana perjalanannya. Ini menambah ketidakpastian mengenai prospek gencatan senjata yang langgeng.

"Harga mungkin telah mencapai titik terendah dan kita mungkin akan melihat kenaikan kembali disertai dengan banyak volatilitas karena keretakan telah muncul dalam nota kesepahaman," kata Vandana Hari, pendiri penyedia analisis pasar minyak Vanda Insights seperti dikutip Reuters.

Pada hari Kamis, kedua patokan harga minyak tersebut menyentuh titik terendah sejak awal Maret karena beberapa kapal tanker, termasuk tiga kapal berbendera Saudi yang membawa 6 juta barel minyak mentah, berlayar melalui selat Hormuz, beberapa jam setelah presiden Iran dan Amerika Serikat menandatangani kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang mereka.

Para analis memperkirakan kesepakatan ini akan melepaskan lebih dari 85 juta barel minyak yang terperangkap di Teluk Timur Tengah ke pasar global. Perjanjian ini juga mencakup pencabutan sanksi AS terhadap minyak Iran, yang akan semakin meningkatkan pasokan.

"Para pedagang masih menunggu bukti nyata bahwa lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz benar-benar normal sebelum berkomitmen pada tahap penurunan berikutnya," kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM.

Sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia melewati selat tersebut sebelum perang, dan para analis memperkirakan perdagangan dapat kembali normal dalam beberapa bulan mendatang jika kesepakatan AS-Iran tetap berlaku.

Baca Juga: Dana Asing Kabur dari Indonesia: Thailand Raih Berkah Berlimpah

Produsen Timur Tengah juga bersiap untuk melanjutkan ekspor. Kuwait Petroleum Corp mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah mencabut semua pemberitahuan force majeure yang dikeluarkan selama perang dengan segera.

Ladang minyak Irak siap untuk melanjutkan produksi dan produksi akan secara bertahap kembali normal, memulihkan tingkat produksi sebelumnya, kata Menteri Perminyakan Basim Mohammed.

Namun, Israel terus melanjutkan perangnya melawan Hizbullah di Lebanon, menimbulkan pertanyaan tentang apakah perjanjian perdamaian AS-Iran akan bertahan.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×