Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - ZURICH/DUBAI/WASHINGTON. Perjanjian gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran sepertinya masih rapuh.
Terbaru, komando militer gabungan tertinggi Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengatakan pada Sabtu (20/6/2026), bahwa Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal.
Alasan penutupan Selat Hormuz itu karena dugaan pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh AS dan Israel. Ancaman penutupan Selat Hormuz ini dilaporkan oleh kantor berita negara Iran, Mehr, yang dikutip Reuters.
Baca Juga: Israel Serang Lebanon Beberapa Jam Setelah Gencatan Senjata Berlaku, 10 Orang Tewas
Pernyataan itu menyebutkan bahwa penutupan Selat Hormuz tersebut merupakan "langkah pertama" sebagai tanggapan terhadap apa yang digambarkan sebagai "pelanggaran komitmen". Mereka juga mengingatkan tindakan lebih lanjut akan diambil jika 'agresi' berlanjut.
Sementara tu, Wakil Presiden AS JD Vance akan terbang pergi ke Swiss untuk pembicaraan dengan Iran. Bahkan ketika komando tinggi Teheran dilaporkan mengatakan akan menutup Selat Hormuz karena ada dugaan pelanggaran gencatan senjata Israel.
Laporan kantor berita Iran Mehr muncul ketika Vance mengatakan kepada Fox News dalam sebuah wawancara bahwa dia yakin gencatan senjata yang disepakati dalam kesepakatan 14 poin Washington dengan Teheran akan bertahan.
Vance tidak melihat bukti bahwa Selat Hormuz akan ditutup oleh Iran.
Baca Juga: Utusan AS dan Iran Akan Bertemu di Swiss, Gencatan Senjata Lebanon Jadi Kunci













