Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - KYIV. Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa pasukan Rusia sedang mempersiapkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina dan memperingatkan warga untuk lebih waspada karena serangan Rusia di berbagai wilayah telah menewaskan sedikitnya enam orang.
"Malam ini dan dalam beberapa jam mendatang, sangat penting untuk memperhatikan peringatan serangan udara," kata Zelenskiy dalam pidato video malamnya seperti dilansir Reuters, Minggu (21/6/2026).
"Rusia telah bersiap untuk serangan besar-besaran. Harap jaga diri Anda."
Pasukan Rusia telah melancarkan serangkaian serangan berat di Kyiv dalam beberapa pekan terakhir dan di kota-kota besar lainnya. Serangan Senin lalu menewaskan 10 orang di seluruh negeri dan merusak parah biara Pechersk Lavra, sebuah biara berusia 1.000 tahun yang menjadi simbol warisan spiritual dan budaya Ukraina.
Baca Juga: AS Dituding Lakukan Pelanggaran Gencatan Senjata, Iran Ancam Tutup Selat Hormuz
Zelenskiy telah berjanji bahwa militernya akan terus melanjutkan kampanye serangan jarak menengah dan jauh, yang difokuskan pada sektor minyak.
Zelenskiy mengatakan drone Ukraina menyerang kilang minyak di wilayah Tyumen di Siberia barat pada hari Sabtu dan drone Ukraina juga menyerang kilang minyak Moskow dua kali minggu ini.
Pada hari Sabtu, pasukan Rusia menyerang kota Zaporizhzhia di tenggara dengan bom luncur, menewaskan lima orang dan melukai 10 lainnya, tulis Gubernur Regional Ivan Fedorov di Telegram.
Ia mengatakan kota itu telah mengalami sembilan serangan dan beberapa bangunan tempat tinggal serta infrastruktur lainnya mengalami kerusakan.
Di dekat perbatasan Rusia, sebuah serangan bom menewaskan satu orang di pinggiran kota Sumy, kata pejabat setempat.
Di wilayah Kherson selatan, gubernur regional Oleksandr Prokudin mengatakan satu orang tewas dalam serangan pesawat tak berawak di sebuah desa di utara kota utama wilayah tersebut, yang juga bernama Kherson.
Baca Juga: Iran Ajuan Pengaduan ke FIFA Soal Pembatasan Perjalanan Selama Piala Dunia 2026
Tiga anak terluka ketika kota Poltava di tengah dihujani tembakan Rusia, kata pejabat setempat.













