Sumber: Bloomberg | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Thailand menjadi salah satu negara yang mendapat berkah dari keluarnya dana asing di pasar keuangan Indonesia. Menteri Keuangan Thailand Ekniti Nitithanprapas mengatakan, negaranya berhasil menarik modal asing yang keluar dari Indonesia.
Hal tersebut terjadi karena investor asing mencari pasar dengan fundamental fiskal yang lebih kuat dan risiko yang lebih rendah.
Mengutip Bloomberg, setidaknya Thailand berhasil menarik dana asing sekitar US$ 2,7 miliar di pasar obligasi dan pasar saham sepanjang tahun ini. Sebaliknya, dana asing yang keluar dari pasar keuangan Indonesia mencapai US$ 4,2 miliar.
Baca Juga: Investor Asing Borong US$ 103 miliar Surat Berharga AS
Asing yang keluar dari pasar Indonesia terjadi lantaran rupiah yang terus merosot ke level terendah sepanjang masa dan meningkatnya kekhawatiran atas kebijakan ekonomi yang diambil pemerintahan Presiden Prabowo.
Investor asing kini tertarik pada disiplin fiskal dan keberlanjutan kebijakan Thailand karena kekhawatiran atas risiko stabilitas fiskal dan keuangan yang membebani Indonesia,” kata Nitithanprapas kepada wartawan, Kamis (18/6/2026) seperti dikutip dari Bloomberg.
Capital inflow Thailand ini sejalan dengan kenaikan bursa saham Negeri Gajah Putih tersebut. Di mana, indeks saham acuan Thailand sudah menguat 26% sepanjang tahun ini.
Di saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah anjlok sekitar 29%. Dan berada di peringkat bawah di antara pasar saham dengan kinerja terburuk di dunia.
Lebih lanjut, Menkeu Thailand memperkirakan ekonomi Thailand akan tumbuh sekitar 2% di tahun 2026. Di mana, stabilitas politik akan mendukung investasi dan membantu negara untuk mempertahankan momentum ekonomi.
Baca Juga: Perang Iran Bikin Kantong AS Jebol, Pentagon Minta Tambahan Dana US$ 80 Miliar
Proyeksi itu sejalan dengan perkiraan dari S&P Global Ratings yang dirilis kemarin. Lembaga pemeringkat itu mengatakan bahwa pemerintahan setelah pemilu bulan Februari lalu menghasilkan dinamika koalisi yang lebih stabil dan berpotensi mendukung lingkungan pembuatan kebijakan.
Sementara itu, Moody’s juga mengerek peringkat Thailand menjadi stabil, dari sebelumnya negatif. Alasannya, meredanya risiko dari tarif AS dan memontum investasi domestik yang lebih kuat. Moody’s pun kembali menegaskan peringkat Thailand di level Baa1.













