Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Saat pertumbuhan pelanggan untuk layanan streaming film dan serial mulai melemah, Netflix Inc berencana akan merambah ke layanan video game untuk meningkatkan bisnisnya. Pelemahan tersebut seiring dengan mulai banyaknya persaingan dan pencabutan pembatasan pandemi di beberapa negara.
Mengutip Reuters, Netflix mengalami penurunan tajam untuk pelanggan baru setelah ledakan pada tahun 2020 didorong oleh perintah tinggal di rumah untuk mengekang pandemi Covid-19. Di Amerika Serikat (AS) dan Kanada, Netflix melaporkan kehilangan sekitar 430.000 pelanggan pada kuartal kedua tahun ini.
Pelopor video streaming itu mengatakan sedang dalam tahap awal untuk memperluas penawaran video game yang akan tersedia bagi pelanggan tanpa biaya tambahan. Untuk tahap awal, mereka akan fokus pada game mobile.
"Kami melihat game sebagai kategori konten baru lainnya bagi kami, serupa dengan ekspansi kami ke film asli, animasi, dan TV tanpa naskah," kata perusahaan itu dalam surat triwulanan kepada pemegang saham.
Baca Juga: Daftar drama Korea rating tertinggi di minggu ketiga bulan Juli, banyak judul populer
Untuk upaya pertama, Netflix akan menghadirkan permainan-permainan yang berkaitan dengan film-film yang menjadi favorit dalam platform tersebut. Misalnya, mereka telah mencoba-coba video game dengan beberapa judul yang terkait dengan serial seperti Stranger Things dan The Dark Crystal: Age of Resistance.
"Kami tahu bahwa penggemar cerita-cerita itu ingin masuk lebih dalam. Mereka ingin terlibat lebih jauh," ujar Chief Operatig Officer dan Chief Product Officer Netflix Greg Peters.
Beberapa analis mengatakan perusahaan yang mendominasi video streaming perlu menemukan cara baru untuk memulai langganan setelah bertahun-tahun melakukan ekspansi yang cepat. Menurut eMarketer, kontribusi Netflix terhadap pendapatan AS dari video streaming berlangganan akan menyusut menjadi 30,8% pada akhir tahun 2021, dari hampir 50% pada tahun 2018.
"Netflix memberikan kuartal yang mengecewakan karena persaingan di ruang streaming memanas. Tidak adanya katalis pertumbuhan baru yang menjulang telah menjadi salah satu alasan utama kinerja Netflix yang relatif ringan tahun ini," kata analis senior Investing.com Jesse Cohen.
Baca Juga: Ini Dia 4 Drama Korea Tentang Kesehatan Mental yang Harus Ditonton
Co-CEO Netflix Reed Hastings mengatakan, game dan usaha lain seperti podcast dan penjualan merchandise akan menjadi elemen pendukung untuk membantu menarik dan mempertahankan pelanggan ke bisnis inti streaming video. Netflix memproyeksikan akan menambah 3,5 juta pelanggan mulai Juli hingga September. Menurut analis yang disurvei oleh Refinitiv, penambahan jumlah pelanggan bisa mencapai 5,5 juta.
Untuk kuartal yang baru saja berakhir, Netflix menambahkan 1,54 juta pelanggan, mengalahkan proyeksi analis 1,04 juta. Total pelanggan mencapai 209 juta pada akhir Juni. Setahun yang lalu, Netflix meraih 10,1 juta pelanggan di kuartal kedua.
Tahun ini, Netflix merasakan dampak Covid-19 pada produksi TV sehingga hanya bisa menambah sedikit judul baru. Pada saat yang sama, Disney+, HBO Max dan layanan lainnya menambah persaingan bagi Netflix untuk menarik pelanggan, dan film laris musim panas mulai kembali ke bioskop.
Pelonggaran langkah-langkah keamanan pandemi juga memikat orang keluar dari rumah mereka dan jauh dari televisi. Laba Netflix untuk April hingga Juni mencapai US$ 2,97 per saham, di bawah perkiraan rata-rata US$ 3,16 per saham.
Baca Juga: Persaingan video streaming kian sengit, Netflix segera buka toko online
Netflix menjanjikan lineup yang lebih berat di paruh kedua tahun 2021, termasuk musim baru You, Money Heist, dan The Witcher.
Jika perkiraan pelanggannya berhasil, Netflix akan menambahkan lebih dari 54 juta pelanggan selama dua tahun terakhir, kecepatan yang konsisten dengan penambahan tahunan sebelum pandemi COVID-19.
Netflix juga mencatat bahwa streaming televisi masih menyumbang sebagian kecil dari keseluruhan waktu menonton. Perusahaan ini menambahkan bahwa layanannya kurang matang di luar AS.
Baca Juga: Saingi Netflix dan Disney+, Amazon akan beli MGM senilai US$ 85 miliar













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)