kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.115   18,00   0,10%
  • IDX 5.448   8,77   0,16%
  • KOMPAS100 705   1,97   0,28%
  • LQ45 547   -0,55   -0,10%
  • ISSI 187   0,66   0,35%
  • IDX30 306   -0,70   -0,23%
  • IDXHIDIV20 401   -1,72   -0,43%
  • IDX80 81   0,22   0,27%
  • IDXV30 112   -0,12   -0,11%
  • IDXQ30 101   -0,54   -0,53%

Nikkei Jepang Melemah Tiga Sesi Beruntun Senin (26/10), Saham Teknologi Tertekan


Senin, 26 Oktober 2026 / 08:49 WIB
Nikkei Jepang Melemah Tiga Sesi Beruntun Senin (26/10), Saham Teknologi Tertekan
ILUSTRASI. Bursa Asia - Nikkei Jepang (REUTERS/Issei Kato)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Jepang melemah pada perdagangan Senin (26/10/2026), tertekan penurunan saham sektor teknologi dan semikonduktor setelah Wall Street ditutup negatif pada akhir pekan lalu.

Sebaliknya, saham sektor energi menguat mengikuti kenaikan harga minyak sebelumnya.

Melansir Reuters, Indeks Nikkei 225 turun 0,43% ke level 62.425,47 pada perdagangan pagi.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Dekati Level Terendah Tiga Bulan Senin (26/10) Jelang Rapat The Fed

Pelemahan ini memperpanjang koreksi Nikkei selama tiga sesi berturut-turut sekaligus membuat indeks tersebut menuju level penutupan terendah sejak 30 Juli.

Berbeda dengan Nikkei, indeks Topix yang lebih luas justru menguat 0,48% menjadi 3.984,74.

Pada Jumat (23/10/2026), indeks-indeks utama saham Amerika Serikat ditutup melemah. Namun, sektor energi S&P 500 menguat 2,5% hingga mencapai rekor tertinggi, didukung sentimen positif terhadap saham energi.

Harga minyak kemudian terkoreksi pada Senin setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam enam bulan.

Pergerakan ini terjadi di tengah laporan kunjungan mediator Qatar ke Teheran untuk mengupayakan penurunan ketegangan kawasan melalui koordinasi dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Bursa Australia Melemah Senin (26/10), Saham Bank Besar Berguguran

Sebelumnya, serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi meningkat dan memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak.

Analis senior Monex Securities Satoshi Saito menilai, indeks Nikkei mulai menunjukkan indikasi undervaluasi secara teknikal dalam jangka pendek.

“Sejumlah saham mungkin mengalami fase pemulihan jangka pendek, tetapi dengan beberapa kekhawatiran yang masih membayangi, pemulihan kemungkinan tetap berlangsung lambat untuk saat ini,” kata Saito dalam catatannya.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang menguat di Nikkei lebih banyak dibandingkan saham yang melemah. Tercatat 166 saham naik, sementara 59 saham turun.

Namun, bobot besar saham teknologi dalam indeks membuat tekanan di sektor tersebut tetap menyeret Nikkei ke zona merah.

Baca Juga: Trump Kaitkan Kandidat Senator Muslim dengan Serangan 9/11, Pilpres AS Memanas

Saham Sumco mencatatkan penurunan terdalam, yakni 4,03%, dan menuju level penutupan terendah sejak April 2026. Berikutnya, saham Kokusai Electric melemah 3,86% dan Screen Holdings turun 3,78%.

Sebaliknya, saham Inpex memimpin penguatan dengan kenaikan 4,92%. Saham JGC Holdings naik 4,56%, sedangkan Mitsubishi Corp menguat 4,28%.




TERBARU

[X]
×