Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa saham Jepang masih dalam tekanan dengan indeks Nikkei ditutup pada level terendah hampir empat minggu pada hari ini, karena saham teknologi jatuh setelah Nasdaq yang didominasi saham teknologi mencatat kerugian tajam semalam.
Rabu (8/7/2026), indeks acuan Nikkei ditutup turun 2,11% menjadi 66.819,05, penutupan terendah sejak 12 Juni. Indeks Nikkei turun untuk sesi ketiga berturut-turut.
Sementara, indeks Topix yang lebih luas turun 1,37% menjadi 4.006,43.
Pada sesi sebelumnya, indeks Nasdaq ditutup anjlok tajam, terseret oleh Micron Technology dan produsen chip lainnya karena meningkatnya kekhawatiran tentang keberlanjutan reli yang didorong oleh AI di Wall Street.
Saham semikonduktor di seluruh Asia dan Amerika Serikat juga melemah setelah pendapatan raksasa chip memori Samsung Electronics pada hari Selasa gagal memenuhi ekspektasi tinggi investor, yang memicu aksi ambil untung di sektor tersebut.
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak 3%, Konflik Iran-AS Memanas Lagi!
"Investor tidak dapat sepenuhnya mendapatkan kembali kepercayaan mereka pada saham AI," kata Daisuke Hashizume, ahli strategi senior di Daiwa Securities.
"Samsung Electronics mengisyaratkan prospek yang kuat tetapi pasar tidak yakin bahwa harga akan terus naik," katanya.
Di sisi lain, indeks acuan Korea Selatan KOSPI juga kembali melemah dan anjlok lebih dari 20% dari penutupan rekor sebelumnya pada 22 Juni, sebuah tonggak yang umumnya dianggap sebagai konfirmasi pasar bearish.
Di pasar saham Jepang, saham pembuat peralatan pembuatan chip Tokyo Electron turun 3,05%, saham pembuat peralatan pengujian chip Advantest melemah 4,69%. Dan saham Taiyo Yuden, produsen kapasitor keramik multi-layer untuk mengatur daya di server AI, ambles 8%.
Produsen memori Kioxia menghapus kenaikan awal dan berakhir turun 0,73%.
Baca Juga: Harga Emas Naik, Pasar Menanti Risalah Rapat The Fed
Perusahaan telepon KDDI naik 1,04% karena investor mengalihkan target mereka ke saham yang sensitif terhadap permintaan domestik.
Dari lebih dari 1.500 saham yang diperdagangkan di pasar utama Bursa Efek Tokyo, 36% naik, 61% turun, dan 2% tetap stabil.














