Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Jepang kembali melemah pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Investor melakukan aksi ambil untung setelah reli sebelumnya, sementara ketidakpastian kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ketegangan geopolitik menekan minat terhadap aset berisiko.
Melansir Reuters, indeks Nikkei 225 turun 0,9% menjadi 69.366,14. Sementara itu, indeks Topix merosot lebih dalam, yakni 1,54% ke level 4.090,19.
"Pasar saham Jepang telah naik dengan cepat hingga kemarin, dan aksi ambil untung kemudian meningkat. Tekanan jual tersebut tampaknya masih berlanjut hari ini," kata Hiroki Takei, strategist Resona Holdings.
Baca Juga: Trump Kembali Klaim Layak Raih Nobel Perdamaian 2026, Ini Alasannya
Saham-saham yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) juga bergerak melemah meski Samsung Electronics, produsen chip memori terbesar di dunia, memperkirakan laba operasional kuartal III-2026 melonjak hampir sembilan kali lipat secara tahunan.
Saham produsen chip Rohm turun 3,5%. Sementara saham SoftBank Group, perusahaan investasi teknologi, terkoreksi hampir 3%. Saham Yaskawa Electric juga turun 2,6%.
Sentimen pasar turut terbebani prospek kebijakan moneter AS. Risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) yang dirilis Rabu (7/10) menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara para pejabat mengenai alasan kenaikan suku bunga pada September.
Meski demikian, mayoritas pejabat The Fed mengindikasikan masih terbuka peluang kenaikan suku bunga kembali hingga akhir tahun.
Imbal hasil US Treasury 10 tahun juga sempat menyentuh level tertinggi dalam 24 tahun sebelum kembali memangkas kenaikannya.
Kekhawatiran geopolitik turut mengurangi minat investor terhadap aset berisiko. Meningkatnya serangan terhadap kapal di kawasan Teluk dan Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak dari Timur Tengah dan mendorong harga minyak mentah naik.
Baca Juga: Mata Uang Asia Bergerak Terbatas Kamis (8/10), Rupiah Menguat Tipis
Tekanan jual terlihat luas di pasar. Dari 225 saham yang tergabung dalam Nikkei 225, sebanyak 187 saham turun dan hanya 38 saham menguat.
Kubota menjadi saham dengan penurunan terbesar di Nikkei, yakni 7,42%. Komatsu menyusul dengan pelemahan 7,2%, sedangkan Okuma turun 4,67%.
Di sisi lain, Trend Micro mencatat kenaikan terbesar sebesar 5,79%. Saham Kioxia naik 3,27%, sementara Screen Holdings menguat 2,58%.
Investor juga menantikan laporan keuangan sejumlah perusahaan ritel besar Jepang. Fast Retailing, operator Uniqlo, dan Seven & i Holdings, pemilik jaringan toko serba ada, dijadwalkan merilis kinerja keuangan setelah penutupan perdagangan.














