kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Obama secara blak-blakan menyatakan muak terhadap China


Senin, 14 November 2011 / 13:39 WIB
Dynamite dari BTS menjadi lagu yang paling dicintai tahun 2020 di Korea Selatan.


Reporter: Dyah Megasari, Reuters |

HONOLULU. Kesabaran Amerika terhadap taktik perdagangan China sudah habis. Dalam pertemuan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Honolulu, Hawaii, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama secara terang-terangan menyatakan muak dengan praktek perdagangan dan intervensi yuan yang dilakukan China.

"Cukup, sudah cukup," ujar Obama secara blak-blakan. Sehari sebelumnya, Obama terlibat pembicaraan yang sangat serius dengan Presiden China, Hu Jintao. Amerika mendesak China berhenti memainkan monopoli dagang dan sengaja menjaga peg yuan. Amerika meminta China secara sehat bersaing dengan membuka lapangan pertandingan bagi bisnis AS dan negara lainnya.

"China harus memiliki aturan main yang sama dengan negara lainnya. Kami tidak ingin China mengambil keuntungan dari Amerika," tandas Obama. Ia menginginkan negeri tirai bambu itu membiarkan yuan naik secara mekanisme pasar.

Sebab, jika yuan dipaksa melemah hal itu sangat merugikan perusahaan Amerika. "Jika selalu menampilkan dirinya sebagai negara yang berkembang, sudah saatnya China dewasa dan bertindak atas nama perekonomian global," tegasnya.

Meskipun dikemukakan secara terbuka, China terlihat dingin. Belum ada tanggapan secara langsung dari Hu Jintao. Beijing memang terkenal keras mengabaikan keinginan-keinginan AS di masa lalu yaitu membiarkan mata uangnya mengambang secara bebas dan mengambil langkah untuk mengurangi surplus perdagangan yang besar.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×