kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Obligasi Jepang Menguat, Imbal Hasil Tinggi Tarik Investor


Selasa, 09 September 2025 / 09:04 WIB
ILUSTRASI. Obligasi pemerintah Jepang (Japanese Government Bonds/JGB) menguat pada Selasa (9/9/2025), setelah imbal hasil jangka panjang yang mendekati rekor tertinggi menarik minat beli investor.. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Obligasi pemerintah Jepang (Japanese Government Bonds/JGB) menguat pada Selasa (9/9/2025), setelah imbal hasil jangka panjang yang mendekati rekor tertinggi menarik minat beli investor.

Ekspektasi terbatasnya peluang kenaikan suku bunga juga menopang obligasi tenor pendek.

Baca Juga: Nikkei Jepang Pecah Rekor 44.000! Apa Pemicu Kenaikannya?

Imbal hasil JGB tenor 10 tahun turun 1,5 basis poin (bps) ke level 1,550%. Sementara imbal hasil tenor 30 tahun merosot 3,5 bps ke 3,245%, dari posisi 3,285% pada Senin yang menyamai rekor tertinggi sepanjang masa pekan lalu.

Sebagai catatan, imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah dengan harga.

Pekan ini, pasar JGB sempat tertekan menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Shigeru Ishiba yang dikenal berhaluan fiskal ketat.

Namun, kabar bahwa Sanae Takaichi, pendukung stimulus pemerintah dan pelonggaran moneter maju dalam bursa kepemimpinan Partai Demokrat Liberal (LDP), memunculkan ekspektasi bahwa pemerintahan berikutnya tidak akan mendorong kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ).

Baca Juga: PM Jepang Shigeru Ishiba Mengundurkan Diri, Pasar Keuangan Bergejolak

“Kekhawatiran kemungkinan bertambah bahwa pemerintahan baru, terutama bila dipimpin Takaichi, akan enggan mendukung kenaikan suku bunga BOJ,” ujar Yusuke Matsuo, Senior Market Economist di Mizuho Securities.

“Kami melihat ruang kenaikan terbatas untuk imbal hasil obligasi jangka pendek hingga menengah, termasuk JGB tenor 10 tahun, yang cenderung mencerminkan ekspektasi kebijakan moneter. Namun di segmen ultra-long, tekanan kenaikan imbal hasil masih mungkin berlanjut karena risiko politik dan fiskal yang terus menumpuk,” tambahnya.

Data pasar uang kini hanya mencatat probabilitas 22% untuk kenaikan suku bunga BOJ sebelum akhir Oktober, turun dari 46% pada pekan lalu.

Pada Selasa, imbal hasil tenor 20 tahun juga turun 3,5 bps ke 2,635%. Di sisi pendek kurva, yield obligasi dua tahun stabil di 0,825%, sedangkan tenor lima tahun turun 1 bps menjadi 1,085%.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×