kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

OECD : Ekonomi Eropa bisa menyusut -1% hingga -4%


Selasa, 29 November 2011 / 08:55 WIB
ILUSTRASI. Lobi kantor PT Unilever Tbk (UNVR).


Reporter: Dyah Megasari, BBC |

BERLIN. Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mengeluarkan perkiraan bahwa negara-negara pemakai mata uang euro memasuki resesi yang lebih dalam.

Dalam laporan yang dikeluarkan Senin (28/11) OECD menilai krisis utang menjadi ancaman terbesar perekonomian dunia. Perkembangan negatif di zona euro bisa membuat kekuatan ekonomi di benua lain terseret resesi.

Organisasi ini menambah tekanan kepada Jerman untuk mengizinkan Bank Sentral Eropa (ECB) mengambil langkah-langkah yang lebih agresif. ECB seharusnya tidak berpikir panjang untuk membeli obligasi demi meringankan beban negara-negara yang terlilit utang.

Laporan OECD juga memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi. Untuk negara-negara pemakai euro, tak ada pertumbuhan atau justru -1% untuk kuartal ini dan -0,4% untuk kuartal mendatang.

Secara global OECD meramalkan ekonomi tumbuh 3,8% tahun ini dan 3,4% tahun depan.

OECD mewakili negara-negara kaya di zona euro, Amerika Serikat dan Jepang yang berjumlah 34 negara. OECD menjadi forum pembahasan kebijakan bagi negara-negara maju tersebut.




TERBARU

[X]
×