kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

OECD : Ekonomi Eropa bisa menyusut -1% hingga -4%


Selasa, 29 November 2011 / 08:55 WIB
ILUSTRASI. Lobi kantor PT Unilever Tbk (UNVR).


Reporter: Dyah Megasari,

BERLIN. Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mengeluarkan perkiraan bahwa negara-negara pemakai mata uang euro memasuki resesi yang lebih dalam.

Dalam laporan yang dikeluarkan Senin (28/11) OECD menilai krisis utang menjadi ancaman terbesar perekonomian dunia. Perkembangan negatif di zona euro bisa membuat kekuatan ekonomi di benua lain terseret resesi.

Organisasi ini menambah tekanan kepada Jerman untuk mengizinkan Bank Sentral Eropa (ECB) mengambil langkah-langkah yang lebih agresif. ECB seharusnya tidak berpikir panjang untuk membeli obligasi demi meringankan beban negara-negara yang terlilit utang.

Laporan OECD juga memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi. Untuk negara-negara pemakai euro, tak ada pertumbuhan atau justru -1% untuk kuartal ini dan -0,4% untuk kuartal mendatang.

Secara global OECD meramalkan ekonomi tumbuh 3,8% tahun ini dan 3,4% tahun depan.

OECD mewakili negara-negara kaya di zona euro, Amerika Serikat dan Jepang yang berjumlah 34 negara. OECD menjadi forum pembahasan kebijakan bagi negara-negara maju tersebut.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×