kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

OECD : Ekonomi Eropa bisa menyusut -1% hingga -4%


Selasa, 29 November 2011 / 08:55 WIB
ILUSTRASI. Lobi kantor PT Unilever Tbk (UNVR).


Reporter: Dyah Megasari, BBC |

BERLIN. Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mengeluarkan perkiraan bahwa negara-negara pemakai mata uang euro memasuki resesi yang lebih dalam.

Dalam laporan yang dikeluarkan Senin (28/11) OECD menilai krisis utang menjadi ancaman terbesar perekonomian dunia. Perkembangan negatif di zona euro bisa membuat kekuatan ekonomi di benua lain terseret resesi.

Organisasi ini menambah tekanan kepada Jerman untuk mengizinkan Bank Sentral Eropa (ECB) mengambil langkah-langkah yang lebih agresif. ECB seharusnya tidak berpikir panjang untuk membeli obligasi demi meringankan beban negara-negara yang terlilit utang.

Laporan OECD juga memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi. Untuk negara-negara pemakai euro, tak ada pertumbuhan atau justru -1% untuk kuartal ini dan -0,4% untuk kuartal mendatang.

Secara global OECD meramalkan ekonomi tumbuh 3,8% tahun ini dan 3,4% tahun depan.

OECD mewakili negara-negara kaya di zona euro, Amerika Serikat dan Jepang yang berjumlah 34 negara. OECD menjadi forum pembahasan kebijakan bagi negara-negara maju tersebut.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×