kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

OECD: Kebijakan utang AS hanya menunda masalah


Sabtu, 19 Oktober 2013 / 11:11 WIB
OECD: Kebijakan utang AS hanya menunda masalah
ILUSTRASI. Pemerintah diketahui akan menghapus kelas layanan BPJS Kesehatan dan menerapkan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

PANAMA. Adanya kesepakatan Amerika Serikat untuk menghindari default dan menaikkan palfon utang beberapa hari lalu menuai kritikan dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Sekjen OECD Jose Angel Gurria menyatakan, kesepakatan mencegah default dari Amerika Serikat (AS) tersebut belum menawarkan solusi utang jangka panjang dari AS.

Sebagaimana diketahui, senat AS telah sepakat untuk menekan kebijakan anggaran dan menaikkan plafon utang AS, hanya sampai dengan 7 Februari. Kebijakan itu menurut Gurria, hanya akan menunda masalah utang AS sampai tahun depan.

"Kita semua akan menghadapi masa sulit bulan Januari dan Februari," jelas Gurria, kepada wartawan di Panama City, Jumat (18/10). Ia menjelaskan, kebijakan plafon utang AS tersebut hanya mampu mengamankan kebijakan utang AS beberapa bulan saja.

"Kebijakan AS itu benar-benar tidak ada solusi . Itu bukan keputusan yang menyelesaikan masalah, " kata Gurria, yang merupakan mantan Menteri Keuangan Meksiko itu.

Sementara itu, Frank de Lima , Menteri Keuangan Panama, sepakat dengan Gurria. Ia menilai, Kongres AS hanya berhasil menunda masalah daripada menyelesaikan masalah. 




TERBARU

[X]
×