kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Oprah jadi korban rasisme di Swiss


Sabtu, 10 Agustus 2013 / 11:13 WIB
ILUSTRASI. Posisi Tidur yang Baik untuk Kesehatan


Sumber: BBC |

ZURICH. Pembawa acara populer Amerika Serikat (AS), Oprah Winfrey, mengaku menjadi korban rasisme dalam kunjungannya ke Swiss.

Ia menceritakan bahwa seorang asisten menolak untuk melayaninya di sebuah toko tas kelas atas di Zurich.

Winfrey, salah satu wanita terkaya di dunia, diberitahu bahwa tas yang dipajang di toko itu "terlalu mahal" untuknya.

Pernyataan ini diungkapkan dalam sebuah program televisi AS di tengah sengketa politik atas adanya rencana beberapa kota di Swiss melarang pencari suaka di beberapa tempat umum.

Kelompok hak asasi manusia menyetujui rencana itu yang meliputi melarang pencari suaka untuk datang ke kolam renang, lapangan bermain dan perpustakaan untuk sistem pemisahan apartheid.

Masih ada rasisme

Winfrey, yang membintangi film terbaru Lee Daniels berjudul Butler, mengunjungi Zurich bulan lalu untuk menghadiri pernikahan penyanyi Tina Turner. The Oprah Winfrey Show tidak ditayangkan di Swiss.

Winfrey mengatakan dia meninggalkan toko dengan tenang tanpa berdebat, tapi pengalaman ini menjadi bukti bahwa rasisme masih menjadi masalah.

"Ada dua cara berbeda untuk mengatasinya," katanya.

"Saya bisa mengungkapkannya besar-besaran, tapi hal itu masih akan ada, tentu saja masih."

Pernyataan Oprah ini merupakan adalah bencana kehumasan bagi Swiss. Sekitar 48.000 orang saat ini mencari suaka di Swiss. Jumlah ini dua kali lebih banyak dibandingkan rata-rata Eropa.

Para pejabat mengatakan pembatasan, yang juga akan menempatkan pencari suaka di pusat-pusat khusus, ditujukan untuk mencegah ketegangan dengan warga. Hukum suaka negara itu diperketat pada Juni.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×